Badung,Sekilasmedia.com –
Fenomena sampah kiriman kembali membanjiri pesisir Pantai Jerman, Kelurahan/Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali.
Tumpukan sampah kayu, bambu dan plastik dengan volume besar menutupi ratusan meter garis pantai. Kondisi ini membuat pemandangan Pantai Jerman berubah drastis, memicu status darurat kebersihan.
Volume sampah kiriman dalam skala tak biasa ini terjadi sejak Sabtu (17/1/2026) dan telah dikonfirmasi oleh Pemerintah Kabupaten Badung.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Made Rai Warastuthi, Selasa (20/1) menjelaskan, total sampah kayu dan bambu yang menepi di Pantai Jerman mencapai sekitar 200 ton, setara dengan 80 hingga 100 truk pengangkut sampah.
“Ketebalan sampah kiriman di Pantai Jerman kali ini nyaris menyamai kondisi ekstrem yang biasa terjadi di Pantai Kuta,” jelasnya.
Upaya penanganan di lapangan menghadapi tantangan serius, karena ukuran dan bobot sampah kayu membuat pembersihan manual nyaris mustahil. Ditambah lagi keberadaan pipa pengisian pasir yang membatasi ruang gerak alat berat.
“Memang ada kendala, tapi untuk mengantisipasi dampak lanjutan kami DLHK Badung sudah menerjunkan dua unit loader guna mempercepat evakuasi sampah,” ucapnya.
Menurut Rai fenomena sampah kiriman ini diduga kuat dipicu oleh kombinasi angin barat dan arus laut yang membawa material limbah dari daerah aliran sungai menuju pesisir selatan Bali.
Selain Pantai Jerman, Pantai Kuta juga mencatat volume tinggi dengan pengangkutan harian mencapai 25 truk sampah, sementara wilayah Legian dan Seminyak mengalami dampak yang relatif lebih ringan.
“Sebagai langkah darurat, seluruh sampah kiriman dari Pantai Jerman langsung dialihkan ke TPA Suwung. Karena PDU Mengwitani tidak mampu menampung dan mencacah material kayu sebesar itu dalam waktu singkat,” ungkapnya.
Diharapkan masyarakat dan pelaku pariwisata memahami kondisi darurat lingkungan yang tengah berlangsung akibat potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut.
“Tim reaksi cepat tetap disiagakan di sejumlah titik rawan agar tumpukan sampah kiriman tidak berlarut larut mencemari pesisir Badung Selatan,” tutupnya.
Penulis : Soni