Mojokerto,Sekilasmedia.com-Kabupaten Mojokerto memiliki sejarah panjang kepemimpinan daerah yang dimulai sejak era pemerintahan kolonial hingga masa pemerintahan modern pasca-reformasi. Sejak tahun 1811, tercatat sedikitnya 26 tokoh telah mengemban amanah sebagai Bupati Mojokerto, dengan latar belakang dan masa jabatan yang beragam.
Bupati pertama Mojokerto adalah R. Adipati Prawiro Dirdjo yang memimpin selama 16 tahun, dari 1811 hingga 1827. Kepemimpinan kemudian dilanjutkan oleh R. Adipati Tjondro Negoro (1827–1850) yang menjabat selama 23 tahun dan menjadi bupati dengan masa jabatan terlama kedua.
Rekor masa jabatan terlama dipegang oleh R. Adipati Aryo Kromodjojo Adinegoro yang memimpin selama 28 tahun (1866–1894). Kepemimpinannya bahkan dilanjutkan oleh putranya, RAA Kromodjojo Adinegoro IV, yang menjabat selama 22 tahun (1894–1916).
Memasuki era transisi menuju kemerdekaan, Kabupaten Mojokerto dipimpin oleh sejumlah tokoh dengan masa jabatan relatif singkat.
Dokter Soekandar tercatat sebagai bupati pertama setelah kemerdekaan Indonesia, menjabat pada 1945–1947. Sementara M. Pamudji (1947–1948), R. Amin Noto Widjojo (1949–1950), dan K. Soepeno Soerjoatmodjo (1974–1975) menjadi beberapa bupati dengan masa jabatan terpendek, masing-masing hanya sekitar satu tahun.
Pada masa Orde Baru, kepemimpinan relatif lebih stabil.
Nama-nama seperti HD Fatchoerachman (1975–1985), Machmoed Zain, SH, M.Si (1990–2000), hingga Dr. Drs. H. Achmady, M.Si., MM (2000–2008) turut mewarnai perjalanan pembangunan Kabupaten Mojokerto.
Era reformasi membawa dinamika baru dalam kepemimpinan daerah. Drs. H. Suwandi, MM menjabat pada periode transisi 2008–2010, disusul Mustofa Kamal Pasa, SE yang memimpin dua periode penuh (2010–2018).
Setelah itu, H. Pungasiadi, SH menjabat selama tiga tahun (2018–2021).
Pada periode 2021–2025, Kabupaten Mojokerto dipimpin oleh dr. Hj. Ikfina Fahmawati, M.Si., yang kemudian dilanjutkan oleh H. Muhammad Al Barra, Lc., M.Hum. sejak 2025 hingga sekarang sebagai bupati petahana.
Rangkaian kepemimpinan ini menjadi bagian penting dari sejarah Kabupaten Mojokerto, mencerminkan dinamika pemerintahan daerah serta kesinambungan pembangunan dari generasi ke generasi.






