Wisata

Jembatan Bubak, di Malam Hari Menjadi Destinasi Wisata Dadakan

×

Jembatan Bubak, di Malam Hari Menjadi Destinasi Wisata Dadakan

Sebarkan artikel ini
Situasi jembatan Bubak di malam hari, pedagang dan pembeli jajanan memadati area tersebut. ( Foto: Rose)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Jembatan Bubak yang berada di Dusun Kedungpen, Desa Gondang, Kabupaten Mojokerto mendadak viral di Media Sosial. Jembatan yang sempat hanyut akibat diterjang banjir pada tahun 2024 sehingga memerlukan perbaikan total. Kini jembatan Bubak ramai dikunjungi hingga menyebar luas dan menuai perhatian masyarakat.

Viralnya jembatan Bubak di Kabupaten Mojokerto membuat akses jalan padat sehingga kondisi tersebut membuat arus lalu lintas di sekitar jembatan terhambat, kendaraan roda dua maupun roda empat harus melaju perlahan akibat menyempitnya ruas jalan yang digunakan untuk parkir kendaraan roda dua dan lapak para pedagang. Situasi semakin padat seiring meningkatnya jumlah pengunjung pada malam hari, terlebih lagi menjelang hari Sabtu dan Minggu.

BACA JUGA :  Air Terjun Dlundung: Destinasi Wisata Alam Mempesona di Mojokerto

Keramaian yang terjadi sehingga memicu perhatian publik, terutama terkait aspek keselamatan dan ketertiban. Sejumlah warga yang berada di dekat lokasi menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan dan resiko kecelakaan, mengingat fungsi jembatan merupakan jalur penghubung yang seharusnya difungsikan sebagai akses jalan antar desa, di satu sisi fenomena ini dianggap sebagai pemulihan ekonomi penduduk lokal, di mana para pedagang kecil mampu meraup omzet lebih tinggi dibandingkan hari biasa.Hingga saat ini keramaian yang terjadi di jembatan Bubak masih berlanjut.

BACA JUGA :  Pantai Banyumeneng Malang Hadirkan Wahana Baru: Kano Air, Pengunjung Kian Antusias

Seperti disampaikan masyarakat setempat Nova, Ia berharap adanya penataan dan pengawasan dari pihak terkait agar aktivitas di sekitar jembatan tetap tertib dan tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan. Karena mengingat fungsi utama jembatan yang dirancang untuk menahan beban dalam jumlah besar dalam jangka waktu yang panjang,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan, di masa yang akan datang, diharapkan pemerintah daerah dapat menyediakan lahan kosong untuk tempat para pedagang di sekitar area jembatan. Dengan adanya penataan yang teratur, diharapkan ikon wilayah Gondang ini tetap bisa dinikmati dan semakin ramai pengunjung tanpa harus mengorbankan ketertiban umum maupun keselamatan berlalu lintas .