Daerah

Membedah Hakikat Puasa dan Kehangatan Berbuka Bersama di Masjid Agung Darussalam Mojokerto

×

Membedah Hakikat Puasa dan Kehangatan Berbuka Bersama di Masjid Agung Darussalam Mojokerto

Sebarkan artikel ini
Suasana buka puasa bersama di Masjid Agung Darussalam (MADASA). Setelah mendengarkan pengajian. Foto: Lima

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Menjelang waktu berbuka, suasana Masjid Agung Darussalam (Madasa) di Desa Gemekan tampak khidmat dipenuhi dengan jamaah. Pada Selasa (24/2/2026), masjid yang berada di Sooko ini menggelar pengajian rutin ramadhan yang menghadirkan KH. Mughni Wahab sebagai penceramah.

Dalam tausiyahnya yang berlangsung mulai pukul 17.00 WIB, KH. Mughni Wahab menekankan esensi puasa sebagai ibadah yang sangat personal. “Puasa adalah amal ibadah sirri atau rahasia. Sifatnya tertutup, di mana hanya Allah dan orang yang menjalaninya saja yang benar-benar tahu,” tuturnya.

Selain membahas puasa, beliau memberikan catatan penting mengenai tata cara pelaksanaan shalat, baik shalat wajib maupun tarawih. KH. Mughni Wahab menegaskan bahwa kecepatan dalam shalat bukanlah masalah utama, asalkan memenuhi syarat kejelasan.

BACA JUGA :  Polrestabes Surabaya Ungkap Pencurian yang Terekam CCTV, 3 Tersangka Berhasil Diamankan

“Shalat boleh dilakukan dengan tempo cepat, namun bacaannya harus tetap jelas. Kecepatan yang berlebihan sering kali membuat seseorang susah fokus atau kehilangan kekhusyukan,” jelas beliau. Beliau mencontohkan pentingnya kefasihan dalam membaca surat Al-Fatihah hingga pelafalan amin yang benar adalah “A… miin…” dengan jelas panjang dan pendeknya sama di awal dan akhir. Di akhir ceramah, beliau mendoakan agar seluruh jamaah mendapatkan keberkahan dan kenikmatan dalam menjalankan ibadah Ramadhan tahun ini.

Setelah pengajian usai, Madasa melanjutkan tradisi buka bersama yang sangat dinanti. Panitia telah menyiapkan sekitar 250 porsi makanan setiap harinya. Setiap paket buka puasa disusun lengkap mulai dari air mineral, camilan, hingga makanan berat. Menariknya, tersedia pula pilihan minuman bergizi seperti susu kambing etawa dan teh hangat untuk memulihkan stamina jamaah setelah berpuasa.

BACA JUGA :  Masjid Al Ikhlas Polresta Sidoarjo Raih Juara Tiga dalam Penganugerahan Masjid Award

Kegiatan rutin ini menjadi magnet bagi warga sekitar maupun masyarakat yang kebetulan melintas. Izah dan rekannya Lili, merupakan salah satu contoh. Mereka setelah bekerja yang setiap sorenya menempuh perjalanan pulang dari arah barat ke timur, mereka awalnya merasa penasaran dengan keramaian di area depan masjid.

“Awalnya kami cuma sering lewat sehabis pulang kerja dan merasa ‘kepo’ karena setiap sore di depan Madasa selalu ramai sekali. Akhirnya kami mencoba melipir karena waktu buka sudah sangat mepet,” ungkap Izah. Setelah bertanya kepada salah satu orang di lokasi, mereka baru mengetahui adanya agenda pengajian dan buka bersama gratis. “Ini sudah kedua kalinya kami ikut. Selain dapat ilmu dari pengajiannya, juga memfasilitasi kami yang masih di jalan saat waktu maghrib tiba,” tambahnya.