BISNIS

Pentol Setan, Sensasi Pedas yang Legendaris

×

Pentol Setan, Sensasi Pedas yang Legendaris

Sebarkan artikel ini
Pentol Setan legendaris di Gang I Turi, Gondang, Mojokerto, disajikan dengan sambal coklat pedas khas yang menggugah selera dan dimasak tradisional menggunakan kayu bakar. (Foto:Rose)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Di tengah banyaknya kuliner baru di Mojokerto, pentol setan merupakan salah satu kuliner legendaris yang sudah ada sejak tahun 2003 dan sampai sekarang tidak pernah sepi pembeli. Alamat lengkap ada di Gang I Turi, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kuliner ini ramai diburu pembeli pada saat malam hari terlebih disaat musim hujan. Pentol setan buka pada jam 16.30 WIB hingga 22.00 WIB.

Pentol setan tidak hanya digemari dikalangan anak muda, tapi juga populer dikalangan orang dewasa dan pecinta kuliner pedas dari berbagai usia. “Rasa sambal coklatnya yang unik, pedas, dan harganya yang terjangkau membuat jajanan ini digemari ketika pengen ngemil di malam hari”. Ujar Ayu sebagai pembeli.

BACA JUGA :  Kemenperin Bangun PFF di Bali, Karena Miliki Pontensi Pariwisata Besar Kuhusus SPA dan Wellness

Dengan konsep berjualan sederhana di dalam rumah dan cara memasak masih menggunakan kayu bakar justru menambah daya tarik bagi pelanggan karena menciptakan kesan yang lebih autentik dan tersembunyi (hidden gem) bagi para pelanggan.

Penjual masih menggunakan kayu bakar sebagai bahan bakar utama dalam memasak. “Kayu bakar lebih murah dibandingkan gas LPG jadi bisa menghemat biaya produksi”. Ujar pak Senakun selaku penjual.

Meskipun proses pembuatan masih tradisional tapi daging yang digunakan dipilih dengan cermat sehingga menghasilkan pentol yang gurih dan tidak amis. Pentol setan disajikan dengan siraman sambal coklat yang khas, meskipun warnanya coklat tapi pedasnya tidak main-main.

BACA JUGA :  Intiwhiz International Hadirkan Promo Menarik: Whiz Big Save dan Whiz Mate Big Deal

Dengan cita rasa yang konsisten dan sensasi pedas yang menjadi ciri khasnya, Pentol Setan tak sekadar menjadi jajanan malam biasa, tetapi telah menjelma sebagai kuliner legendaris yang melekat di hati para penikmatnya. Di tengah gempuran tren makanan kekinian, keberadaannya membuktikan bahwa rasa autentik dan kedekatan dengan pelanggan adalah kunci untuk tetap bertahan dan terus dicari dari waktu ke waktu.