Daerah

Perkuat Pengelolaan UPZ, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Sosialisasi dan Pembinaan Administrasi

×

Perkuat Pengelolaan UPZ, BAZNAS Kabupaten Mojokerto Gelar Sosialisasi dan Pembinaan Administrasi

Sebarkan artikel ini
Staf Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Mojokerto memberikan pembinaan dan penguatan pengelolaan UPZ kepada perwakilan kecamatan di Balai Kecamatan Mojoanyar, Senin (16/2/2026) foto:sayyida

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mojokerto terus memperkuat timnya dalam meningkatkan potensi zakat yang dimiliki umat Islam melalui pelaksanaan sosialisasi secara rutin setiap tahun.

Pada Senin, 16 Februari 2026, di Balai Kecamatan Mojoanyar, BAZNAS menggelar acara dengan fokus meningkatkan pengelolaan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) agar lebih aktif, dapat dipercaya, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan ini adalah kelanjutan dari strategi program tahun lalu yang telah berhasil memberikan hasil nyata, yaitu terbentuknya sekitar 362 UPZ, yang mencakup berbagai sektor seperti masjid, mushola, sekolah, dan pondok pesantren.

BACA JUGA :  Meski Libur Akibat Virus Corona, Dewan Himbau Siswa Tetap Belajar

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan dari 119 UPZ dari wilayah Puri, Sooko, Bangsal, dan Mojoanyar yang telah memiliki SK resmi, para pengurus diberikan kemampuan teknis dalam membuat laporan tentang pengumpulan dan penyaluran zakat.

Fokus utama dari pembinaan adalah memahami dua model sistem pengumpulan, yaitu on balance sheet yang merupakan pengumpulan secara langsung, serta off balance sheet yang merupakan zakat yang didapat secara mandiri oleh UPZ lalu dicatatkan ke BAZNAS.

Langkah penguatan administrasi ini sangat penting karena BAZNAS Kabupaten Mojokerto menetapkan target besar pada tahun 2026, yaitu sebesar Rp7,5 miliar untuk kategori on balance sheet dan Rp21 miliar untuk kategori off balance sheet.

BACA JUGA :  Kapolres Gresik Hadiri Pembukaan TMMD Ke-111

Sinta, sebagai staf pengumpul data BAZNAS Kabupaten Mojokerto, menekankan bahwa kerja sama dalam mengelola data dan transparansi adalah hal yang sangat penting. “Kami ingin memastikan bahwa setiap uang zakat yang terkumpul dicatat dengan rapi dan jelas. Dengan sistem pelaporan yang rapi, kita dapat melihat hasil nyata zakat dalam membantu mengurangi kemiskinan. Target sebesar Rp21 miliar untuk off balance sheet sangat mungkin tercapai jika semua UPZ aktif dalam melaporkan kegiatannya,” ujarnya dalam sesi wawancara.

Dengan mengelola secara jujur dan memiliki target yang tinggi, BAZNAS Kabupaten Mojokerto yakin bahwa zakat akan tetap menjadi pondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di masa depan.