Malang,Sekilasmedia.com– Harga sejumlah komoditas sayur mayur di Pasar Sayur Karangploso, Kabupaten Malang, mulai menunjukkan pergerakan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kenaikan terutama terjadi pada komoditas cabai, sementara sebagian besar sayuran lainnya masih berada pada kisaran harga normal.
Kepala Pasar Sayur Grosir dan Pasar Semi Modern Karangploso, Anton Apriansah, SE., MM., mengatakan secara umum harga sayur mayur masih relatif stabil. Meski demikian, cabai rawit mengalami kenaikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
“Untuk harga sayur mayur secara umum masih normal. Memang sempat ada kenaikan pada cabai kecil atau cabai rawit, tetapi komoditas lainnya masih stabil,” ujar Anton saat ditemui di Pasar Sayur Karangploso, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, saat ini harga cabai rawit di tingkat grosir mencapai sekitar Rp60.000 per kilogram, sedangkan di tingkat pengecer berkisar antara Rp65.000 hingga Rp75.000 per kilogram.
Selain cabai, beberapa komoditas sayur seperti daun prei juga mengalami kenaikan harga, namun tidak terlalu signifikan dan masih dalam batas wajar. “Untuk cabai rawit hari ini sekitar Rp60.000 per kilogram. Namun harga ini bisa berubah karena pembaruan data harga dilakukan hampir setiap jam,” jelasnya.
Sementara itu, harga cabai besar justru masih relatif rendah. Bahkan beberapa waktu lalu sempat berada di kisaran Rp18.000 per kilogram sebelum kembali naik mendekati Rp25.000 per kilogram.
Anton menambahkan, fluktuasi harga cabai lebih dipengaruhi faktor cuaca dan ketersediaan pasokan dibandingkan momentum hari raya. “Kalau cabai biasanya tidak selalu dipengaruhi hari raya. Lebih banyak dipengaruhi kondisi cuaca dan hasil panen,” katanya.
Untuk pasokan, Anton memastikan stok sayur mayur, termasuk cabai, masih dalam kondisi aman hingga mendekati Hari Raya Idulfitri. Pasokan tersebut berasal dari sejumlah daerah sentra produksi di Malang Raya. “Pasokan cabai sebagian besar berasal dari wilayah lokal seperti Batu, Ngantang, dan Kasembon,” ungkapnya.
Terkait upaya stabilisasi harga, Anton menyebut pemerintah melalui dinas terkait sebelumnya telah melakukan operasi pasar di beberapa lokasi. Namun hingga saat ini operasi pasar belum dilaksanakan di Pasar Sayur Karangploso.
“Kalau operasi pasar dari dinas kemarin sudah dilakukan di Pasar Sumedang. Untuk Pasar Karangploso sendiri belum,” pungkasnya.






