Probolinggo, Sekilasmedia.com – Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin, menutup kegiatan Tadarus Alquran di LPPL Radio Suara Kota pada malam ke-29 Ramadan, Rabu (18/03/2026) malam. Kegiatan khataman ini menjadi puncak rangkaian ibadah sekaligus momentum refleksi spiritual bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa Alquran tidak hanya untuk dibaca, melainkan harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Alquran ini bukan sekadar untuk dibaca seperti syair, tetapi merupakan sumber ilmu pengetahuan yang harus kita pelajari dan amalkan sepanjang hayat. Dari sanalah kita mendapatkan petunjuk dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan khataman Alquran sebagai titik awal untuk semakin dekat dengan kitab suci, tidak hanya selama bulan Ramadan.
“Khataman ini bukan akhir, melainkan awal dari komitmen kita untuk terus membaca, memahami, dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.
Kegiatan tadarus tersebut turut diisi dengan pemberian apresiasi kepada para peserta yang telah berpartisipasi selama Ramadan. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Probolinggo bersama Baznas setempat sebagai upaya memperkuat nilai keagamaan dan harmoni sosial di tengah masyarakat.
Usai penutupan, Wali Kota melanjutkan kegiatan dengan dialog interaktif bersama masyarakat melalui siaran langsung di media sosial pribadi dan LPPL Radio Suara Kota. Dalam dialog tersebut, ia memaparkan sejumlah program pembangunan dan kesejahteraan sosial yang tengah dijalankan Pemerintah Kota Probolinggo.
Dokter Aminuddin menjelaskan beberapa langkah strategis, di antaranya peningkatan honorarium guru agama, pemberian beasiswa pendidikan untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta penguatan ekonomi daerah melalui kemitraan antara sektor publik dan swasta.
“Kami berupaya menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, keagamaan, hingga peningkatan ekonomi lokal,” jelasnya.
Di bidang infrastruktur dan keselamatan, pemerintah kota juga merencanakan pengembangan pusat perbelanjaan, penggunaan kendaraan dinas berbasis listrik, serta penataan ulang penerangan jalan, khususnya di wilayah selatan, guna menekan angka kriminalitas.
Wali kota yang akrab disapa Dokter Amin itu juga menegaskan komitmennya terhadap transparansi pemerintahan dengan membuka ruang dialog seluas-luasnya kepada masyarakat.
“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Kritik dan saran dari masyarakat sangat penting untuk perbaikan pembangunan kota ke depan,” ungkapnya.
Penutupan tadarus ini turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, para asisten di lingkungan Sekretariat Daerah, serta Ketua Baznas Kota Probolinggo Hakimuddin.






