Daerah

Hadapi Musim Kemarau, Pemkot Mojokerto Gelar Tanam Serempak

×

Hadapi Musim Kemarau, Pemkot Mojokerto Gelar Tanam Serempak

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama petani Kelompok Tani Mekarsari melakukan tanam padi serempak di Kelurahan Gunung Gedangan, Kamis (23/4), sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan dan menghadapi musim kemarau.(foto: Wibowo)

Mojokerto ,Sekilasmedia.com- Pemerintah Kota Mojokerto menggelar gerakan percepatan tanam serempak di Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan, Kamis (23/4).

Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan seluruh daerah di Jawa Timur sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni, tetapi bagian dari usaha bersama agar kebutuhan pangan masyarakat tetap aman.

“Sekarang masih ada hujan, ini harus dimanfaatkan untuk segera tanam, apalagi kita akan menghadapi musim kemarau,” tuturnya.

BACA JUGA :  Nikah dengan Warga Jombang, Warga Turki di Deportasi Usai Salahi Ijin Tinggal

Menurutnya, tanam serempak penting agar tanaman tumbuh bersamaan, sehingga risiko hama dan penyakit bisa ditekan dan hasil panen lebih baik.

Pemkot Mojokerto sendiri sudah menyiapkan berbagai dukungan untuk petani. Mulai dari pendampingan penyuluh, pengendalian hama, bantuan pestisida, hingga alat mesin pertanian seperti traktor dan alat panen.

Tidak hanya itu, pemerintah juga membantu petani dalam menjual hasil panen melalui kerja sama dengan Bulog, serta ikut mengawasi distribusi pupuk subsidi agar tetap tepat sasaran.

Dalam kegiatan ini, Kelompok Tani Mekarsari Kelurahan Gununggedangan secara simbolis menanam padi di lahan sekitar 1 hektare dengan potensi hasil panen mencapai 6–8 ton.

BACA JUGA :  Kunjungan Kerja Gubernur Jawa Timur Khofifah di RSSA Malang

Secara keseluruhan, lahan pertanian di Kota Mojokerto terus dioptimalkan untuk mendukung ketahanan pangan.

Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto juga mengapresiasi para petani di wilayah kota yang tetap semangat bertani.

“Walaupun tinggal di kota, masih ada warga yang mau bertani. Ini sangat penting untuk membantu menyediakan kebutuhan pangan kita semua,” katanya.

Ia berharap, gerakan ini bisa terus dilakukan secara bersama-sama agar Kota Mojokerto ikut berperan dalam menjaga ketahanan pangan nasional. (adv-kom)