Bondowoso,Sekilasmedia.com- Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) menetapkan perbaikan 134 titik jalan sebagai program prioritas pada tahun 2026.
Perbaikan tersebut menyasar ruas-ruas dengan tingkat kerusakan paling parah yang tersebar di berbagai kecamatan di Bondowoso, mulai dari wilayah pinggiran hingga pusat kota.
Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, mengatakan sejumlah ruas yang menjadi fokus penanganan di antaranya berada di Kecamatan Prajekan dan Kecamatan Pujer.
Selain itu, ruas jalan strategis seperti HOS Cokroaminoto dan Jalan MT Haryono juga masuk dalam daftar prioritas perbaikan tahun ini.
“Ada beberapa lokasi prioritas seperti di Prajekan dan Pujer. Selain itu, ruas HOS Cokroaminoto serta Jalan MT Haryono juga menjadi bagian dari program penanganan,” kata Ansori, Senin (30/3/2026).
Ia menjelaskan, total panjang jalan yang akan ditangani mencapai sekitar 35 kilometer.
Beberapa ruas bahkan memiliki panjang penanganan lebih dari satu kilometer hingga dua kilometer, termasuk di kawasan sekitar Mitra Medika.
Ansori menegaskan, tidak seluruh titik mendapat perlakuan yang sama karena kondisi kerusakan yang berbeda-beda.
Sejumlah titik, kata dia, membutuhkan penanganan khusus yang disertai perbaikan sistem drainase karena rawan genangan air.
“Ada titik-titik yang memerlukan penanganan intensif, terutama yang berkaitan dengan drainase yang tidak berfungsi optimal,” ujarnya.
Dari total 134 titik tersebut, sebagian merupakan paket pekerjaan terpadu yang mencakup perbaikan jalan sekaligus pembenahan drainase.
Selain itu, terdapat lima lokasi yang menjadi prioritas khusus untuk penanganan sistem drainase jalan.
Penentuan titik-titik tersebut didasarkan pada data kerusakan tahun 2025 dengan skala prioritas pada kondisi paling parah.
“Kami memprioritaskan titik dengan kerusakan paling parah, namun pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran hampir Rp50 miliar yang bersumber dari APBD Bondowoso.
Saat ini, proses pengerjaan telah berjalan dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga pertengahan tahun 2026.
Ansori berharap masyarakat turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.