Jember, sekilasmedia.com- Kabupaten Jember dipercaya menjadi daerah percontohan Badan Pusat Statistik (BPS) RI. Penetapan itu lahir setelah kunjungan Bupati Jember Muhammad Fawait ke kantor BPS RI, pada (7/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Gus Fawait didampingi Kepala BPS Jember Peni Dwi Wahyu Winarsih. Mereka memaparkan berbagai langkah pembaruan data sosial sebagai dasar kebijakan pengentasan kemiskinan.
Bupati menjelaskan, Jember memiliki jumlah penduduk besar sekaligus angka kemiskinan yang masih tinggi. Karena itu, perbaikan kualitas data menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Verifikasi desil 1 dikelompokkan menjadi usia produktif di bawah 60 tahun dan usia tidak produktif, 60 tahun ke atas,” kata Gus Fawait.
Pemkab Jember telah memverifikasi 96.489 keluarga desil 1. Pengecekan dilakukan untuk memastikan penerima bantuan masih hidup, telah meninggal, atau berpindah domisili.
Selain itu, pemerintah menyiapkan data terpadu bantuan sosial. Langkah tersebut diharapkan mencegah bantuan ganda sekaligus menentukan intervensi yang sesuai bagi setiap warga.
“Selanjutnya, akan diberikan pelatihan pekerja migran untuk mereka yang produktif sehingga dapat berkontribusi di pasar kerja,” ujar Gus Fawait.
Pemkab juga mengintegrasikan program penanganan stunting, penurunan angka kematian ibu, peningkatan produktivitas tenaga kerja, serta pembaruan administrasi kependudukan berdasarkan hasil verifikasi lapangan.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 melalui integrasi berbagai basis data sosial.
“Peran RT, RW, desa, kelurahan, dan kecamatan menjadi sangat penting dalam memastikan seluruhnya sudah didata,” ujar Amalia saat membahas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Amalia menilai kolaborasi Jember layak dijadikan percontohan. Daerah ini dipersiapkan sebagai pilot project implementasi DTSEN sekaligus pengembangan penyediaan data PDRB triwulanan.
“Forum koordinasi rutin antara BPS dan Pemerintah Kabupaten Jember akan dilaksanakan secara berkala untuk mendukung penyediaan data statistik sektoral,” tegas Gus Fawait.






