Daerah

Pemkot Malang Percepat Transformasi Pasar Tradisional, Pasar Sawojajar Mulai Terapkan Sistem Nontunai

×

Pemkot Malang Percepat Transformasi Pasar Tradisional, Pasar Sawojajar Mulai Terapkan Sistem Nontunai

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menghadiri launching wonderful market di pasar Sawojajar (foto Basuki)

Malang,Sekilasmedia.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kian serius mendorong transformasi pasar tradisional agar mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi modern. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penjenamaan ulang Pasar Sawojajar sekaligus penerapan sistem pembayaran nontunai yang didukung Bank Negara Indonesia (BNI) ’46, Kamis (16/4/2026).

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa modernisasi pasar tradisional menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing sekaligus relevansi pasar di era digital. Menurutnya, inovasi ini bukan sekadar pembaruan fasilitas, melainkan upaya menyeluruh untuk menghadirkan layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Ini merupakan langkah strategis untuk menguatkan daya saing pasar tradisional agar tetap relevan, lebih modern, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat masa kini,” ujar Wahyu.

Ia menambahkan, langkah tersebut selaras dengan semangat Hari Ulang Tahun ke-112 Kota Malang bertema ‘Ngalam Melintas, Bergerak Tuntas, Mbois Berkelas’, yang menitikberatkan pada pembangunan adaptif, terukur, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Penjenamaan Pasar Sawojajar, lanjutnya, menjadi wujud konkret agar pasar tradisional tidak hanya bertahan, tetapi juga naik kelas menjadi lebih tertata, bersih, dan nyaman.

BACA JUGA :  Babinsa Koramil 0820/11 Sumber adalah Dinamisator Desa

Saat ini, Kota Malang memiliki 26 pasar tradisional yang tersebar di lima kecamatan. Keberadaan pasar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat ekonomi rakyat, tetapi juga ruang interaksi sosial yang vital. Karena itu, penguatan kualitas layanan dan fasilitas dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Malang juga menandatangani kerja sama dengan BNI 46 melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Kerja sama ini mencakup penyediaan serta pemanfaatan layanan jasa perbankan untuk mendukung operasional pasar, termasuk implementasi pembayaran digital berbasis QRIS.

Selain itu, turut diresmikan fasilitas Stasiun Pengisian Air Minum (SPAM) sebagai sarana publik yang higienis dan ramah lingkungan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu menekan penggunaan plastik sekali pakai di kawasan pasar.

BACA JUGA :  Bupati dan Wakil Bupati Blitar Nonton Film Karya Anak Muda Blitar "Balitar Goresan Senja"

Regional CEO BNI Wilayah 18, Susetyo Priharyanto, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen BNI dalam memperluas digitalisasi ekonomi, khususnya di sektor pasar tradisional.

“Ini bentuk kontribusi kami agar semakin memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendukung percepatan digitalisasi yang digaungkan Bank Indonesia,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan, BNI juga menyalurkan sejumlah fasilitas penunjang seperti mesin SPAM, troli, dan keranjang belanja. Tak hanya itu, edukasi kepada para pedagang terkait penggunaan transaksi nontunai melalui QRIS turut digencarkan guna meningkatkan kemudahan, efisiensi, serta transparansi transaksi.

Melalui langkah ini, Pemkot Malang optimistis pasar tradisional dapat bertransformasi menjadi pusat ekonomi rakyat yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing tinggi di era digital.