Mojokerto,Sekilasmedia.com– Tragedi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang mengguncang Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, masih menyisakan luka mendalam.
Di balik kasus memilukan itu, nasib Br alias Barra (3,5), bocah kecil yang kehilangan kasih sayang ibunya, mengetuk hati banyak pihak.
Kali ini, kepedulian datang dari para wartawan yang tergabung dalam Media Center Ruang Jurnalis Mojokerto (MC RJM). Para insan pers tersebut turun langsung menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa dana pendidikan dan 10 paket beras premium untuk membantu meringankan beban keluarga korban.
Bantuan diserahkan langsung ke rumah keluarga Barra pada Senin (11/5/2026) siang. Suasana haru tak terbendung saat keluarga korban menerima dukungan moral dan materi dari para jurnalis Mojokerto yang hadir.
Perwakilan MC RJM, Sholahuddin Wijaya dari INews TV mengatakan, aksi sosial ini merupakan bentuk empati para wartawan terhadap masa depan Barra yang kini harus tumbuh di tengah trauma dan kehilangan besar dalam hidupnya.
“Barra masih sangat kecil, tapi harus menerima kenyataan pahit. Kami berharap bantuan ini bisa membantu kebutuhan pendidikan dan kehidupan sehari-harinya,” ujarnya.
Ketua MC RJM, M. Saifuddin menegaskan, solidaritas tersebut lahir dari rasa kemanusiaan yang mendalam atas tragedi yang menimpa keluarga korban.
“Kami tidak ingin Barra merasa sendiri. Teman-teman wartawan Mojokerto sepakat untuk ikut membantu agar bocah ini tetap punya harapan untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan Barra ke depan, terutama pendidikan dan pemulihan kondisi keluarga pasca tragedi yang menghebohkan masyarakat Mojokerto itu.
Sementara itu, keluarga korban mengaku sangat tersentuh dengan perhatian yang diberikan para wartawan. Dukungan yang terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat dinilai menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarga untuk bangkit dari keterpurukan.
Kepala Desa Sumbergirang, Siswayudi, turut mengapresiasi langkah kemanusiaan MC RJM. Ia berharap perhatian terhadap korban tetap diiringi pemberitaan yang berimbang agar kondisi mental keluarga tidak semakin tertekan.
“Kami berterima kasih atas bantuan dan kepedulian semua pihak. Namun kami juga berharap proses hukum tetap diserahkan kepada aparat dan pengadilan,” tandasnya.






