Daerah

May Day 2026 di Kota Malang: Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Industri Maju dan Kesejahteraan Pekerja

×

May Day 2026 di Kota Malang: Kolaborasi Jadi Kunci Wujudkan Industri Maju dan Kesejahteraan Pekerja

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat saat menghadiri peringatan May Day 2026 yang digelar di Savana Hotel & Convention (foto Basuki)

Malang,Sekilasmedia.com- Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Malang tahun ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut dimaknai sebagai ruang mempertemukan aspirasi pekerja, pelaku usaha, dan pemerintah dalam membangun komitmen bersama menuju ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera.

Semangat itu mengemuka dalam peringatan May Day 2026 yang digelar di Savana Hotel & Convention, Jumat (1/5/2026), dan dihadiri Wali Kota Malang Wahyu Hidayat serta Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita.

Mengusung tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Bersama” dengan tagline “Satu Tekad, Satu Tujuan, Sejahtera Bersama”, kegiatan ini menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam pembangunan ketenagakerjaan.

Kolaborasi dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan industri yang berkelanjutan sekaligus mampu menjamin kesejahteraan pekerja di tengah dinamika dunia kerja yang terus berubah.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengungkapkan bahwa tantangan ketenagakerjaan di Kota Malang masih cukup besar, terutama tingginya jumlah pekerja di sektor informal.

BACA JUGA :  Ning Ita Ajak Dharma Wanita Perkuat Ketahanan Keluarga untuk Wujudkan Generasi Emas 2045

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah angkatan kerja di Kota Malang hampir mencapai 500 ribu jiwa.

Namun demikian, sekitar 44 persen di antaranya masih bekerja di sektor informal yang minim perlindungan hukum dan sosial.

“Angka ini menunjukkan hampir setengah dari jumlah pekerja masih berada dalam kondisi tanpa kepastian upah, kontrak kerja, maupun jaminan sosial. Ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab bersama,” ujar Amithya dalam sambutannya.

Menurutnya, semangat kolaborasi yang diusung dalam peringatan May Day harus diwujudkan melalui langkah konkret, terutama dalam memperluas perlindungan bagi pekerja informal yang selama ini rentan terhadap ketidakpastian kerja.

Ia juga menekankan pentingnya membuka ruang dialog dan mendengar aspirasi pekerja agar kebijakan ketenagakerjaan benar-benar mampu menjawab kebutuhan riil di lapangan.

Senada dengan hal tersebut, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pekerja merupakan motor penggerak ekonomi sekaligus penentu daya saing daerah. Karena itu, pembangunan sektor industri dan peningkatan kesejahteraan buruh harus berjalan beriringan.

BACA JUGA :  Hadiri RAT 2023 Kopwan Kencono Wungu, Ini Pesan Bupati Ikfina

“Sinergi ini bukan lagi pilihan, tetapi keharusan untuk menciptakan ekosistem industri dan ketenagakerjaan yang kuat, produktif, berdaya saing, dan mampu menghadirkan kesejahteraan yang berkeadilan,” tegas Wahyu.

Ia menambahkan, visi Malang Mbois dan Berkelas terus diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), sekaligus membangun iklim investasi yang kondusif dan inklusif. Menurutnya, kemajuan industri tidak akan berarti tanpa diikuti peningkatan kualitas hidup para pekerja.

Wahyu juga menggarisbawahi pentingnya dialog sosial sebagai mekanisme utama dalam menjembatani berbagai kepentingan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. “Perbedaan pandangan dalam hubungan industrial adalah hal yang wajar. Namun semua harus diselesaikan secara adil melalui dialog yang mengedepankan kepentingan bersama,” katanya.

Melalui momentum May Day 2026, Kota Malang kembali menegaskan komitmennya untuk membangun hubungan industrial yang harmonis. Pemerintah menilai kemajuan industri dan kesejahteraan pekerja bukan dua hal yang saling bertentangan, melainkan tujuan bersama yang hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan.