Daerah

Pemkab Gresik Gandeng Kementerian Komdigi, 1.338 ASN Ikuti Pelatihan Transformasi Digital 2026

×

Pemkab Gresik Gandeng Kementerian Komdigi, 1.338 ASN Ikuti Pelatihan Transformasi Digital 2026

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman saat membuka pelatihan Goverment Transformation Academy 2026, bekerja sama dengan Kementrian Kondisi. (Foto: Diskominfo Pemkab Gresik)

Gresik,Sekilasmedia.com-Pemerintah Kabupaten Gresik bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menggelar Pelatihan Government Transformation Academy (GTA) 2026 untuk memperkuat kapasitas digital aparatur sipil negara (ASN).

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman di Ruang Argo Lengis, Kantor Bupati Gresik, Senin (4/5), diikuti sebanyak 1.338 ASN dari seluruh perangkat daerah.

Pelatihan berlangsung selama 4–8 Mei 2026 dengan metode blended learning, yakni kombinasi daring dan luring. Materi daring meliputi SKK SPBE, digital mindset, data-driven decision making, serta general artificial intelligence (AI), sedangkan sesi luring berfokus pada Business Process Engineer (BPE).

Sekda Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan, peningkatan kompetensi digital ASN menjadi kebutuhan strategis dalam mendukung percepatan transformasi birokrasi.

“ Pada 2025, melalui pembelajaran hybrid, kami berhasil menjangkau sekitar 6.667 peserta. Tahun ini diharapkan capaian tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sarana PUSDALOPS Kabupaten Mojokerto Resmi Beroperasi.

Ia menegaskan, transformasi digital tidak hanya soal teknologi, tetapi juga perubahan budaya kerja menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis data.

Menurutnya, capaian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kabupaten Gresik juga menunjukkan tren positif dengan skor 4,6 dari skala 5 pada penilaian mandiri 2025.

“ Tahun 2026 ini, kita bergerak menuju penguatan pemerintahan digital modern sebagai penyempurnaan SPBE, dengan fokus pada output yang berdampak serta kolaborasi lintas perangkat daerah,” tegasnya.

Ia menambahkan, integrasi data antar perangkat daerah selama tiga tahun terakhir telah mendukung ketepatan sasaran berbagai program strategis, seperti pengentasan kemiskinan, penanganan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, hingga pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, ASN dituntut memiliki kompetensi digital, termasuk dalam pengelolaan proses bisnis pemerintahan, analisis data, serta pemanfaatan aplikasi digital seperti SRIKANDI dan teknologi AI secara produktif.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Balai Pelatihan SDM Komdigi RI, Bagus Winarko, menjelaskan pelatihan ini merupakan bagian dari program nasional Digital Talent Scholarship.

BACA JUGA :  Berbaju Adat Polwan Polda Jatim Peringati Hari Kartini

Program tersebut bertujuan mencetak talenta digital Indonesia dan terbuka untuk berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional, hingga aparatur pemerintahan.

“ Dalam Government Transformation Academy ini, pelatihan difokuskan untuk ASN. Namun secara umum, Komdigi juga menyediakan berbagai pelatihan digital yang bisa diakses masyarakat luas,” jelasnya.

Ia menyebutkan sejumlah tema strategis yang tersedia, antara lain artificial intelligence, keamanan siber, cloud computing, dan data analytics, yang dilengkapi dengan sertifikasi nasional maupun internasional secara gratis.

Pelatihan tersebut juga didukung kolaborasi dengan sejumlah perusahaan teknologi global, seperti Microsoft, Google, dan Huawei.

Selain itu, Komdigi memiliki platform alumni bernama Deploy yang berfungsi sebagai basis data talenta digital tersertifikasi dan dapat diakses oleh dunia industri.

” Platform ini menjadi jembatan antara pelatihan dan kebutuhan pasar kerja digital,” pungkasnya.