Daerah

Sertijab Direksi Baru PDP Kahyangan Jember Jadi Awal Pembenahan Perusahaan

×

Sertijab Direksi Baru PDP Kahyangan Jember Jadi Awal Pembenahan Perusahaan

Sebarkan artikel ini
Serah Terima jabatan Direksi PDP Kahyangan Jember. (Foto pemkab jember)

 

Jember, sekilasmedia.com– Direksi baru Perumda Perkebunan Kahyangan Jember memilih menggelar sertijab tanpa kemewahan. Tak ada hiburan musik maupun jamuan besar dalam agenda pergantian pimpinan perusahaan daerah itu.

Direktur Utama baru, Gogot Cahyo Baskoro, sengaja meminta acara berlangsung sederhana. Ia mengaku ingin menghormati kondisi buruh perkebunan yang masih menghadapi persoalan kesejahteraan.

“Acara ini saya minta sederhana. Tidak perlu prasmanan dan live musik. Saya ingin menjaga perasaan para buruh,” ujar Gogot.

Sertijab dihadiri tiga direksi baru. Mereka yakni Gogot Cahyo Baskoro sebagai Direktur Utama, Dima Akhyar Direktur Umum dan Keuangan, serta Nyoman Aribowo Direktur Produksi dan Pemasaran.

Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ratno C. Sembodo, Plt Direktur Utama sebelumnya Danang Andri Asmara, beserta pegawai dan staf Perumda Kahyangan.

BACA JUGA :  Aksi Festival Patrol Banyuwangi Memukau Pengunjung

Dalam sambutannya, Gogot menegaskan dirinya tak ingin larut dalam euforia jabatan. Ia menyebut tantangan membenahi perusahaan masih sangat besar.

“Terus terang saya belum bangga kalau belum bisa membuktikan sesuatu untuk PDP. Banyak persoalan yang harus dibenahi,” katanya.

Gogot mengaku bukan orang baru di lingkungan Perumda Kahyangan. Selama sekitar 20 tahun, ia disebut telah mengikuti perjalanan perusahaan perkebunan milik daerah tersebut.

Ia menyoroti sejumlah persoalan internal, mulai manajemen, produktivitas kebun, hingga fasilitas kerja yang minim. Bahkan, ruang direksi disebut belum memiliki furnitur memadai.

“Saya lihat sendiri ruang direksi furniturnya tidak ada. Kalau ada tamu ngobrolnya bagaimana?” ucapnya.

Meski demikian, Gogot memastikan pembenahan fasilitas awal tidak akan membebani perusahaan. Direksi baru berkomitmen menggunakan dana pribadi untuk menunjang kebutuhan kerja mereka.

“Apa yang menunjang aktivitas kami, insyaallah kami akan modal sendiri,” ujar Gogot.

BACA JUGA :  Dua Napi Teroris Lapas Kediri Dinyatakan Bebas Bersyarat

Ia juga memberi apresiasi kepada Danang Andri Asmara yang memimpin perusahaan selama masa transisi. Menurutnya, stabilitas internal tetap terjaga selama pergantian kepemimpinan berlangsung.

“Kita doakan semoga ini menjadi amal jariyah beliau,” katanya.

Sementara itu, Ratno C. Sembodo meminta direksi baru menghadirkan terobosan segar. Menurutnya, perusahaan tidak bisa terus berjalan dengan pola lama.

“Rutinitas dan zona nyaman adalah musuh dalam kondisi perusahaan seperti sekarang,” ujar Ratno.

Sebelumnya, Gogot juga menyoroti tata kelola perusahaan yang dinilai belum sepenuhnya terbuka. Kondisi itu disebut berdampak pada menurunnya kepercayaan publik dan pihak ketiga.

Selain sektor perkebunan, direksi baru mulai mendorong pengembangan wisata dan kopi premium. Sejumlah lokasi disiapkan menjadi destinasi berbasis perkebunan dan alam.

“Alih-alih ditutup, PDP ke depan harus menjadi perusahaan sehat dan mampu menyejahterakan buruh,” tutur Gogot.