Daerah

Haul Bung Karno ke – 56, Pemkot Blitar Gelar 56 kali Khataman Al-Qur’an dan Kenduri 1.000 Tumpeng

×

Haul Bung Karno ke – 56, Pemkot Blitar Gelar 56 kali Khataman Al-Qur’an dan Kenduri 1.000 Tumpeng

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin saat ikuti semaan Alquran. (Foto:hms)

Blitar,Sekilasmedia.com-Ribuan masyarakat memadati kawasan Makam Bung Karno (MBK), Kota Blitar, Sabtu (20/6/2026) malam, dalam rangkaian peringatan Haul Bung Karno ke-56. Kegiatan tahunan untuk mengenang Presiden pertama Republik Indonesia itu berlangsung khidmat dengan dihadiri keluarga besar Bung Karno, jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, serta ribuan warga dari berbagai daerah.

Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, mengatakan peringatan Haul Bung Karno tahun ini telah diawali sejak pagi dengan semaan Al-Qur’an yang melibatkan para hafidz dan hafidzah se-Kota Blitar.
Menurutnya, sebanyak 56 kali khataman Al-Qur’an berhasil diselesaikan sebagai simbol usia haul Bung Karno yang ke-56. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 2.000 jamaah yang turut menyimak semaan Al-Qur’an sepanjang hari.

“Haul Bung Karno tahun ini kita awali dengan semaan Al-Qur’an 56 kali khataman dan malam ini dilanjutkan kenduri 1.000 tumpeng. Tradisi kenduri merupakan budaya slametan yang sudah diwariskan turun-temurun sebagai bentuk doa dan rasa syukur,” ujar Syauqul Muhibbin.

BACA JUGA :  Jadi Destinasi Nasional Paralayang, DPU Bina Marga Bangun Infrastruktur Jalan Pantai Modangan 

Ia menegaskan, seluruh rangkaian haul tidak hanya menjadi agenda pemerintah daerah, melainkan telah menjadi milik masyarakat sebagai bentuk kecintaan kepada Bung Karno.

“Ini adalah wujud cinta masyarakat kepada Bung Karno sebagai Bapak Bangsa. Semangat Jasmerah atau jangan sekali-kali melupakan sejarah harus terus kita jaga dan lestarikan,” katanya.

Sementara itu, Romi Soekarno mengingatkan bahwa peringatan Haul Bung Karno tidak cukup hanya dengan mengenang sosok Sang Proklamator, tetapi juga harus diikuti dengan upaya memahami dan meneruskan pemikiran-pemikirannya.

Putra almarhumah Rachmawati Soekarnoputri tersebut menilai banyak generasi muda mengenal wajah Bung Karno, namun belum tentu memahami gagasan besar yang diwariskan kepada bangsa Indonesia.

“Haul Bung Karno bukan sekadar mengenang wafatnya Eyang Karno. Yang lebih penting adalah merawat api perjuangannya, yaitu ilmu dan ajarannya. Ada Pancasila, Trisakti, serta berbagai pidato Bung Karno yang harus dipelajari oleh generasi muda,” ujar Romi.

BACA JUGA :  Sidak Pasar, Tim Gabungan dan Satgas Pangan Meninjau Harga Bahan Pokok

Ia juga mengajak anak-anak muda untuk memahami sejarah sebagai bekal membangun masa depan bangsa yang lebih baik. Menurutnya, pesan Jasmerah yang diwariskan Bung Karno tetap relevan dalam menghadapi tantangan zaman.

“Kita melihat sejarah bukan hanya sebagai memori, tetapi sebagai pelajaran untuk menatap masa depan. Karena itu, generasi muda harus mengenal perjuangan para pendahulu agar mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang gemilang,” tambahnya.

Pemerintah Kota Blitar berharap seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi momentum mengenang jasa Sang Proklamator, tetapi juga memperkuat nilai kebangsaan, persatuan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. (Adv/kmf/ddg)

Penulis: Dadang Editor: Erik