Daerah

Ning Ita Ajak Warga Tak Takut Periksa TBC Demi Cegah Penularan Sejak Dini

×

Ning Ita Ajak Warga Tak Takut Periksa TBC Demi Cegah Penularan Sejak Dini

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari (Ning Ita) memberikan arahan dalam kegiatan Radiasi Pemula (Rapat Koordinasi Atasi TBC dan Penyakit Menular Lainnya) di Kelurahan Pulorejo. (foto: Wibowo)

Mojokerto, Sekilasmedia.com-Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari terus mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tuberkulosis (TBC). Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Radiasi Pemula (Rapat Koordinasi Atasi TBC dan Penyakit Menular Lainnya) yang digelar di Kelurahan Pulorejo, Senin (15/6).

Kegiatan ini diikuti oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari LPM, kader motivator kesehatan, kader TBC, PKK, TNI-Polri, Pokja Kelurahan Sehat, ketua RT, hingga tokoh masyarakat. Mereka diajak bersama-sama membantu menemukan kasus TBC lebih dini dan mendampingi warga yang sedang menjalani pengobatan.

Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita tersebut mengatakan bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian bersama. Sebab, penyakit ini bisa menular dengan mudah melalui udara jika tidak segera ditangani.

BACA JUGA :  Danrem 082/CPYJ Cek Pelaksanaan PPKM, Penerapan Aplikasi "Si Lacak" dan InaRisk Di Wilayah Kediri

Menurut Ning Ita, masih ada masyarakat yang takut atau malu memeriksakan diri ketika mengalami gejala TBC. Padahal, semakin cepat diketahui, semakin besar peluang untuk sembuh dan mencegah penularan kepada orang lain.

“TB bukan aib dan tidak perlu disembunyikan. Kalau ada yang sakit, justru harus segera diperiksa dan diobati sampai tuntas agar tidak menular ke keluarga maupun orang di sekitar,” tuturnya.

Untuk membantu menemukan kasus TBC lebih cepat, Pemkot Mojokerto kini memiliki alat rontgen portabel atau portable X-ray yang bisa dibawa ke berbagai lokasi. Alat tersebut akan digunakan untuk pemeriksaan warga di puskesmas maupun di kelurahan.

BACA JUGA :  Paripurna Penyampaian Bupati Blitar atas Nota Keuangan dan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun 2026

Ning Ita juga meminta para ketua RT, kader kesehatan, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan tokoh masyarakat untuk ikut mengedukasi warga. Selain penderita TBC, anggota keluarga yang tinggal serumah juga diharapkan bersedia menjalani pemeriksaan agar penularan bisa dicegah sejak dini.

“Penanganan TB tidak bisa dilakukan pemerintah sendirian. Butuh dukungan semua pihak. Kalau masyarakat sehat, anak-anak bisa belajar dengan baik, warga bisa bekerja dengan nyaman, dan kehidupan menjadi lebih sejahtera,” pungkasnya. (adv)