Purwakarta,Sekilasmedia.com-Panggung Seni dan Budaya Atharrazka terus menghadirkan berbagai kegiatan pelestarian budaya dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-58 Kabupaten Purwakarta. Pada rangkaian kegiatan yang digelar di kawasan Situ Cigangsa, Desa Campakasari, Kecamatan Campaka, Minggu (7/6/2026), pertunjukan pencak silat menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian masyarakat.
Saat diwawancarai langsung di Panggung Seni dan Budaya Atharrazka, Owner Atharrazka H. Sugi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya untuk memberikan ruang bagi para pelaku seni dan budaya, khususnya para pesilat, agar terus berkembang dan dikenal masyarakat luas.
“Ke depan kami akan terus memberikan ruang, kesempatan, dan tempat bagi para pelaku pencak silat. Jika sebelumnya mereka belum memiliki wadah untuk tampil, melalui Atharrazka kami ingin menghadirkan ruang agar mereka bisa berkembang dan semakin dikenal masyarakat,” ujar H. Sugi.
Menurutnya, dukungan terhadap penyelenggaraan rangkaian kegiatan budaya Atharrazka terus mengalir dari berbagai kalangan. Mulai dari seniman, budayawan, komunitas pemuda, hingga masyarakat sekitar turut mendukung kegiatan yang digelar di kawasan Situ Cigangsa.
“Alhamdulillah, seluruh elemen memberikan dukungan yang luar biasa. Berkat kebersamaan ini, rangkaian kegiatan berjalan lancar dan kami optimistis hingga puncak acara pada 26, 27, dan 28 Juni mendatang,” katanya.
H. Sugi menjelaskan, sejak dibuka pada Mei lalu, Panggung Seni dan Budaya Atharrazka telah menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari senam bersama, pertunjukan tari tradisional, hingga pencak silat. Berbagai agenda tersebut disusun untuk memberikan hiburan sekaligus memperkenalkan dan melestarikan budaya Sunda kepada masyarakat.
“Ada senam, ada tari, ada pencak silat. Bahkan nanti pada 26, 27, dan 28 Juni akan digelar Pasanggiri Jaipong tingkat Jawa Barat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini jumlah peserta Pasanggiri Jaipong yang telah mendaftar mencapai sekitar 220 peserta. Panitia menargetkan jumlah tersebut terus bertambah hingga mencapai 400 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Melalui kegiatan tersebut, H. Sugi berharap Panggung Seni dan Budaya Atharrazka dapat terus menjadi wadah pelestarian budaya Sunda sekaligus mendorong tumbuhnya sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di sekitar Situ Cigangsa.
“Harapan kami Atharrazka bisa terus eksis sebagai tempat berkumpulnya para seniman dan pelaku budaya, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan perkembangan pariwisata daerah,” pungkasnya.






