Gresik,Sekilasmedia.com – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di UPT SMPN 1 Gresik sekaligus meluncurkan program Sekolah Moderasi Beragama, Senin (13/7/2026).
Kegiatan MPLS yang berlangsung di halaman sekolah itu diikuti 330 siswa baru kelas VII. Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik S. Hariyanto, perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Gresik, Kepala UPT SMPN 1 Gresik Beni Avita Prasetya, Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko, serta para guru.
Bupati Yani mengatakan, pelaksanaan MPLS tahun ajaran 2026 menjadi momentum bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mulai dari mengenal fasilitas, guru, hingga teman baru.
” Kami ingin MPLS berjalan dengan baik, ramah, tanpa bullying dan perpeloncoan. MPLS harus menjadi kegiatan yang menyenangkan sehingga siswa merasa nyaman memasuki lingkungan sekolah,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Yani juga meresmikan UPT SMPN 1 Gresik sebagai salah satu Sekolah Moderasi Beragama di Kabupaten Gresik.
Menurutnya, konsep moderasi beragama di sekolah negeri menegaskan bahwa seluruh peserta didik mendapat kesempatan yang sama tanpa membedakan latar belakang agama.
” Moderasi beragama berarti sekolah negeri terbuka bagi semua pemeluk agama. Tidak hanya Islam, tetapi juga Kristen, Hindu, Buddha, dan agama lainnya memperoleh hak yang sama untuk mengenyam pendidikan,” katanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Gresik bersama Kemenag Gresik akan mendorong lebih banyak sekolah negeri menerapkan konsep Sekolah Moderasi Beragama.
Langkah tersebut, lanjutnya, merupakan upaya menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya keluarga dari kalangan agama minoritas yang selama ini mengalami kesulitan memperoleh akses pendidikan di sekolah negeri.
” SMPN 1 Gresik kami jadikan sekolah percontohan karena dinilai telah memenuhi berbagai indikator sebagai Sekolah Moderasi Beragama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala UPT SMPN 1 Gresik Beni Avita Prasetya mengatakan, pelaksanaan MPLS tahun ini mengusung tagline “MPLS Ramah” sesuai arahan Kemendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.
Menurutnya, konsep tersebut menitikberatkan pada kegiatan yang ramah anak, menyenangkan, serta membantu siswa mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman sebaya.
“MPLS diikuti 330 siswa baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar,” ujarnya.
Beni menambahkan, berdasarkan asesmen Kemenag, SMPN 1 Gresik memenuhi syarat sebagai Sekolah Moderasi Beragama karena menerima peserta didik dari berbagai agama, menyediakan fasilitas ibadah, serta memiliki guru pendidikan agama sesuai agama masing-masing siswa.
Saat ini, SMPN 1 Gresik memiliki sekitar 70 siswa beragama Kristen, tiga siswa beragama Hindu, dan dua siswa beragama Buddha, selain mayoritas siswa beragama Islam.
Usai menghadiri peluncuran Sekolah Moderasi Beragama, Bupati Yani juga meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kelas IX. Ia berdialog dengan para siswa mengenai menu yang disajikan.
Sejumlah siswa menyampaikan bahwa makanan yang disediakan memiliki rasa yang enak. Saat dimintai masukan, mereka mengusulkan agar menu MBG ke depan dilengkapi dengan tambahan susu.






