Daerah

Jelang 2029, PKB Bondowoso Perkuat Mesin Politik Lewat Jalur Pesantren

×

Jelang 2029, PKB Bondowoso Perkuat Mesin Politik Lewat Jalur Pesantren

Sebarkan artikel ini
Kick Off Kepengurusan DPC PKB Bondowoso Periode 2026-2031 di Graha NU Kutakulon-Bondowoso (Foto: Sekilas Media Bondowoso)

Bondowoso,Sekilasmedia.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bondowoso mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat basis pesantren. Langkah itu ditandai bergabungnya Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani, KH Faqih Subhan, ke dalam jajaran Dewan Syura DPC PKB Bondowoso.

Bergabungnya Kiai Faqih dinilai bukan sekadar penambahan struktur kepengurusan, tetapi juga melanjutkan estafet perjuangan politik almarhum ayahnya, KH Subhan, yang selama puluhan tahun menjadi bagian penting perjalanan PKB di Bondowoso.

Kiai Faqih mengatakan keputusannya bergabung dengan PKB telah memperoleh restu dari Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani, KH Ghozali Ustman. Menurutnya, PKB memiliki ikatan historis yang kuat dengan keluarga besar Al-Utsmani.

Ia mengungkapkan, PKB Bondowoso pertama kali dideklarasikan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Utsmani pada 1998. Sejak saat itu, almarhum KH Subhan aktif mengawal perjalanan partai, baik di jajaran Dewan Syura maupun Tanfidz hingga 2023.

BACA JUGA :  Gubernur Kalteng Hadiri Rapat Evaluasi dan Pengawasan Realisasi Anggaran

“PKB lahir bukan hanya sebagai kendaraan politik, tetapi sebagai jembatan perjuangan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang selama ini dijaga dan dirawat oleh NU,” ujar Kiai Faqih.

Menurutnya, politik harus dimaknai sebagai sarana menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat. Karena itu, PKB dinilai memiliki tanggung jawab mengawal aspirasi warga Nahdliyin, mulai dari pesantren, petani, nelayan, guru ngaji hingga pelaku UMKM agar memperoleh perhatian dalam kebijakan negara.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Bondowoso, Ahmad Dhafir, menyebut bergabungnya keluarga besar Al-Utsmani merupakan bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus melanjutkan sejarah panjang hubungan PKB dengan dunia pesantren.

Ia menegaskan PKB merupakan partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama sehingga seluruh kader memiliki tanggung jawab moral menjaga nilai-nilai perjuangan organisasi tersebut.

“Alhamdulillah keluarga besar Pondok Pesantren Al-Utsmani berkenan dan direstui masuk dalam jajaran kepengurusan PKB untuk bersama-sama mengurus partai yang dilahirkan oleh NU,” kata Dhafir.

BACA JUGA :  Wabup Asahan Taufik Apresiasi Drag Bike Trophy Kodim 0208/AS

Tak hanya Kiai Faqih, sejumlah keluarga besar Al-Utsmani yang sebelumnya aktif di Ansor dan Banser juga bergabung dalam kepengurusan. Ke depan, keterlibatan mereka akan diperluas hingga tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) untuk memperkuat struktur partai di tingkat akar rumput.

Dhafir mengaku optimistis konsolidasi tersebut akan berdampak pada peningkatan perolehan suara PKB pada Pemilu 2029. Menurutnya, target partai bukan sekadar mempertahankan kursi yang ada, tetapi menambah jumlah kursi melalui penguatan organisasi dan keterlibatan kader-kader pesantren.

“Tentu target kami kursi tidak boleh berkurang. Saya justru yakin akan bertambah,” tegasnya.

Ia juga mengajak para alumni pesantren, termasuk alumni Sukorejo, untuk ikut terlibat dalam politik melalui PKB sebagai bagian dari ikhtiar memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur legislatif.