Daerah

Mantan Kepala SMK Mutu: Ikut BPJS Ketenagakerjaan Awalnya Guyonan, Ternyata Beri Manfaat

×

Mantan Kepala SMK Mutu: Ikut BPJS Ketenagakerjaan Awalnya Guyonan, Ternyata Beri Manfaat

Sebarkan artikel ini
Nurus Shifa penerima klaim BPJS, melayani pembeli Kelo kuning (Foto: istimewa)

Gresik,Sekilasmedia.com-Keputusan mendaftarkan 61 guru dan pegawai sekolah sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan yang awalnya dilakukan sambil bergurau justru memberikan manfaat besar. Hal itu dirasakan Nurus Shofa, janda salah satu pegawai yang meninggal dunia dan menerima klaim jaminan kematian.

Kisah tersebut disampaikan Imam Syafi’ie, mantan Kepala SMK 1 Muhammadiyah, saat berbincang di sebuah warung sembilang di tepi Bengawan, Selasa (8/9/2026).

Imam menuturkan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi guru dan pegawai sekolah dimulai menjelang pandemi Covid-19. Saat itu, ia mendapat tawaran dari petugas untuk mendaftarkan para tenaga pendidik dan pegawai sekolah.

” Saat saya jadi kepala sekolah, saya sempat ditawari untuk ikut sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Saat itu belum ada referensi. Petugasnya bilang ada manfaat dan iurannya cuma Rp10 ribu setiap peserta. Ya, sambil guyon saya daftarkan 61 orang guru dan pegawai sekolah,” ujar Imam.

BACA JUGA :  Kejari Blitar Adakan Bakti Sosial

Seiring berjalannya waktu, salah satu staf sekolah meninggal dunia. Guru yang ditunjuk mengurusi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kemudian mengajukan klaim. Hasilnya, manfaat jaminan kematian benar-benar diterima oleh keluarga almarhum.

Nurus Shofa, istri almarhum sekaligus penerima klaim, mendapatkan manfaat jaminan kematian sebesar Rp42 juta. Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi modal untuk mengembangkan usaha kuliner yang selama ini digelutinya.

” Dulu saya jualan nasi bungkus. Rata-rata setiap hari hanya 20 bungkus. Setelah menerima klaim kematian, saya gunakan untuk membeli gazebo, membangun tempat makan di tepi Bengawan, membeli beberapa perlengkapan, dan juga bersedekah di masjid untuk suami dan keluarga,” ungkap Shofa.

BACA JUGA :  Polresta Sidoarjo Gelar Upacara Peringatan Hari Juang Polri

Usahanya kini berkembang. Jika sebelumnya hanya memasak dalam jumlah terbatas, saat ini Shofa mengaku mampu mengolah sedikitnya 10 kilogram beras setiap hari. Bahkan, makanan yang disiapkan terkadang sudah habis sebelum waktu salat Zuhur.

Menu yang disajikan pun beragam. Salah satu yang menjadi andalan dan dikenal para pecinta kuliner adalah kelo kuning sembilang, selain aneka olahan ikan laut.

Shofa mengaku bersyukur karena manfaat BPJS Ketenagakerjaan tersebut menjadi titik penting dalam mengembangkan usahanya tanpa harus berutang.

” Bagi saya sangat bersyukur. Dulu suami mungkin dipaksa ikut BPJS dengan iuran kurang dari Rp10 ribu. Manfaat yang saya rasakan bisa membesarkan usaha tanpa berutang, sekaligus bisa bersedekah. Terima kasih buat Pak Imam yang sudah membuka jalan hidup bagi saya,” pungkasnya.