Daerah

Perkuat Deteksi Dini, Ning Ita Ajak Warga Aktif Ikut Skrining TBC

×

Perkuat Deteksi Dini, Ning Ita Ajak Warga Aktif Ikut Skrining TBC

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Mojokerto terus mengintensifkan upaya penanggulangan TBC melalui perluasan layanan skrining dan edukasi kepada masyarakat. Partisipasi aktif warga dalam pemeriksaan dini diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus sekaligus menekan penyebaran TBC di Kota Mojokerto. (Foto:Wibowo)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak seluruh masyarakat berperan aktif mengikuti skrining tuberkulosis (TBC) sebagai langkah mempercepat penemuan kasus dan menekan penyebaran penyakit tersebut di Kota Mojokerto. Menurutnya, semakin cepat kasus ditemukan, semakin besar peluang penderita untuk sembuh dan memutus rantai penularan.

Dalam kegiatan penguatan penanggulangan TBC di Kelurahan Surodinawan, Selasa (7/7). Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota menegaskan Pemerintah Kota Mojokerto terus memperluas layanan skrining menggunakan portable X-Ray yang digelar secara bergilir di seluruh kelurahan. Upaya tersebut didukung kader kesehatan, PKK, serta berbagai pemangku kepentingan agar semakin banyak warga bersedia menjalani pemeriksaan.

BACA JUGA :  Gubernur Buka PORPROV Sumsel XV Musi Banyuasin 2025, Ingatkan Atlit Dan Wasit Junjung Sportivitas

“Yang paling penting masyarakat mau mengikuti skrining. Dengan begitu kita bisa menemukan kasus lebih cepat, memberikan pengobatan sampai tuntas, dan bersama-sama menekan penyebaran TBC di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita.

Ia menjelaskan, penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab bersama sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021. Karena itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, melainkan membutuhkan dukungan masyarakat, institusi pendidikan, dunia usaha, organisasi profesi, media massa hingga lembaga swadaya masyarakat.

Kota Mojokerto terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat deteksi dini TBC. Pemerintah juga tengah menyiapkan penambahan sarana portable X-Ray serta berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memperkuat dukungan tenaga radiologi agar layanan skrining dapat menjangkau lebih banyak warga.

BACA JUGA :  Kapolres Gresik Kunker di Mapolsek Jajaran Wilayah Rayon barat

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak takut menjalani pemeriksaan. Menurutnya, TBC bukan penyakit yang perlu disembunyikan karena dapat disembuhkan melalui pengobatan yang dijalani secara disiplin selama enam bulan.

“Penyakit bukan aib. Yang penting mau diperiksa dan menjalani pengobatan sampai sembuh. Semakin banyak masyarakat yang ikut skrining, semakin besar peluang kita menurunkan angka TBC di Kota Mojokerto,” tuturnya.

Ning Ita berharap para kader kesehatan dan kader PKK terus mengedukasi masyarakat agar memiliki kesadaran melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala TBC. Dengan kolaborasi seluruh pihak, ia optimistis target penurunan kasus TBC di Kota Mojokerto dapat tercapai secara bertahap.