Daerah

Wabup Mojokerto Dorong Kepatuhan Perizinan Berbasis Risiko, Perkuat Iklim Investasi dan Daya Saing Industri

×

Wabup Mojokerto Dorong Kepatuhan Perizinan Berbasis Risiko, Perkuat Iklim Investasi dan Daya Saing Industri

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian saat membuka kegiatan Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Perindustrian Tahun 2026. Pemkab Mojokerto menegaskan komitmennya membangun iklim investasi yang sehat melalui kepatuhan perizinan, pembinaan pelaku usaha, serta penguatan daya saing industri daerah.(foto: Wibowo)

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Pemerintah Kabupaten Mojokerto terus berupaya menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan kepatuhan perizinan berusaha berbasis risiko. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, saat membuka kegiatan Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Sektor Perindustrian Tahun 2026 di Aula Mojopahit Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Selasa (30/6).

Mewakili Bupati Mojokerto, Wabup Rizal menegaskan bahwa sistem perizinan berbasis risiko menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih efektif, transparan, akuntabel, serta memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha.

Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga menjadi modal utama untuk meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memperkuat daya saing industri di Kabupaten Mojokerto.

“Melalui penerapan perizinan berbasis risiko, kami ingin menciptakan iklim investasi yang kondusif sehingga sektor industri mampu berkembang secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA :  Sebagai Bentuk Ucapan, Tanaman Jadi Pengganti Karangan Bunga

Ia menjelaskan, Kabupaten Mojokerto memiliki potensi industri yang terus berkembang sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah. Karena itu, pertumbuhan industri harus dibarengi dengan kepatuhan terhadap ketentuan perizinan dan tata kelola usaha yang baik agar tercipta dunia usaha yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Wabup Rizal juga menekankan bahwa pengawasan perizinan bukan bertujuan mencari kesalahan pelaku usaha, melainkan sebagai bentuk pembinaan dan pendampingan agar setiap industri dapat menjalankan usahanya sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Mojokerto memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra strategis yang dinilai berkontribusi dalam mendukung program pasar murah dan pengendalian inflasi daerah.

Penghargaan diberikan kepada Perum Bulog Kantor Cabang Mojokerto, Pabrik Gula Gempolkrep, PT Padi Indonesia Maju (Wilmar), Puri Pangan Sejati, Kadin Kabupaten Mojokerto, serta Universitas Surabaya (Ubaya).

Selain penghargaan, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan peralatan kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) alas kaki berupa mesin cutting dan mesin press universal sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas produksi industri lokal.

BACA JUGA :  Pastikan Makanan Layak dan Higienis, Petugas Dapur Lapas Mojokerto Rutin Cek Proses Memasak dan Penyajian

Wabup turut mengapresiasi kolaborasi dengan Universitas Surabaya yang selama ini memberikan pendampingan kepada pelaku IKM melalui peningkatan kualitas produk, inovasi, hingga pengembangan pemasaran. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas daya saing produk unggulan Kabupaten Mojokerto di pasar yang lebih luas.

Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh pelaku industri untuk aktif menyampaikan data melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Menurutnya, data industri yang lengkap dan akurat sangat dibutuhkan pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan yang tepat sasaran sekaligus memetakan perkembangan sektor industri di daerah.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Mojokerto, Noerhono, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 20 pelaku industri. Pengawasan dilakukan sebagai upaya meningkatkan kepatuhan perizinan sekaligus memperkuat komunikasi dan pembinaan antara pemerintah dengan pelaku usaha.

Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan, Pemkab Mojokerto optimistis sektor industri akan semakin berkembang sebagai penggerak ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Wibowo Editor: Kaylla