Daerah

Akses Wisata Malang Selatan Dikebut, Ditargetkan Rampung Desember

×

Akses Wisata Malang Selatan Dikebut, Ditargetkan Rampung Desember

Sebarkan artikel ini
Salah satu jalur strategis menuju destinasi wisata di pesisir selatan Kabupaten Malang terus di kebut (foto Basuki).

Malang,Sekilasmedia.com-Akses menuju kawasan wisata Malang Selatan terus dikebut. Pembangunan ruas Jalan Gondanglegi-Balekambang yang menjadi salah satu jalur strategis menuju destinasi wisata di pesisir selatan Kabupaten Malang ditargetkan rampung 100 persen pada Desember 2026.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, mengatakan Pemkab Malang terus memantau perkembangan proyek yang menjadi kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tersebut.

Hingga kini, progres pembangunan telah melampaui 70 persen. Pemkab Malang juga intens berkoordinasi dengan Balai Besar untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target.

“Sesuai target nanti maksimal Desember sudah selesai semua. Ini kami juga sedang berkomunikasi dengan Balai Besar. Insya Allah, Desember 100 persen sudah selesai semuanya,” kata Khairul. Kamis (20/8/2026).

Pria yang akrab disapa Oong itu menjelaskan, pekerjaan saat ini masih berada pada tahap mayor. Fokusnya meliputi perataan badan jalan, pembangunan drainase, hingga sejumlah pekerjaan dasar lainnya.

Setelah tahap mayor rampung, pekerjaan akan berlanjut pada tahap minor, termasuk pelapisan ulang atau overlay serta pemasangan dan penyempurnaan rambu-rambu lalu lintas.

BACA JUGA :  Pemdes Putat Salurkan BLT - DD TriWulan Tiga, 28 KPM Terbantu

“Pekerjaan pertama yang diselesaikan adalah pekerjaan mayor, mulai dari perataan jalan, pembangunan drainase dan lainnya. Progresnya sudah lebih 70 persen. Jika ini sudah selesai, dilanjutkan pekerjaan minor seperti overlay dan melengkapi rambu,” jelasnya.

Meski proyek masih berlangsung, akses masyarakat di ruas Gondanglegi-Balekambang tetap terbuka. Oong menyebut kondisi jalan saat ini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

Bahkan, titik yang masih dalam proses pengerjaan disebut tinggal menyisakan sekitar satu kilometer. Pekerjaan dilakukan secara bertahap agar mobilitas masyarakat tidak terputus.

“Tapi kondisinya tidak seperti dulu. Tanahnya sudah diratakan dan saat ini sedang dilakukan pengerjaan,” ujarnya.

Percepatan pembangunan ruas tersebut dinilai penting bukan hanya untuk memperbaiki konektivitas antarkawasan, tetapi juga membuka akses yang lebih baik menuju destinasi wisata unggulan Malang Selatan, terutama kawasan Balekambang dan sekitarnya.

Sejalan dengan percepatan pembangunan Gondanglegi-Balekambang, Pemkab Malang juga terus memburu dukungan pemerintah pusat untuk menangani sejumlah ruas jalan strategis lainnya.

Melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD), Pemkab Malang mengusulkan dukungan anggaran sebesar Rp135 miliar kepada Kementerian PU.

BACA JUGA :  Capaian Vaksinasi Dinilai Baik, Bhabinkamtibmas Terima Penghargaan dari Kapolres Bondowoso

Anggaran tersebut diarahkan untuk tiga ruas jalan. Sebesar Rp60 miliar diusulkan untuk ruas Kepanjen-Pagak, Rp65 miliar untuk Kalipare-Donomulyo, sedangkan Rp10 miliar dialokasikan untuk akses menuju Kampung Nelayan Merah Putih.

Dari tiga usulan tersebut, Kepanjen-Pagak menjadi prioritas utama. Pemkab Malang menilai ruas ini memiliki posisi penting sebagai jalur penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

“Prioritasnya adalah Kepanjen-Pagak. Karena itu urat nadi ekonomi,” tegas Oong.
Menurutnya, potensi ekonomi di sepanjang koridor Kepanjen-Pagak sangat besar. Selain menjadi kawasan pertanian produktif, wilayah tersebut juga berkembang dengan adanya pengembangan kampus Universitas Brawijaya dan SMA Taruna.

“Di situ ada pertanian luar biasa, ada Universitas Brawijaya yang mengembangkan kampusnya di sana, juga ada SMA Taruna. Potensinya luar biasa dan memberikan dampak yang sangat banyak,” pungkasnya.

Dengan pembangunan Gondanglegi-Balekambang yang ditargetkan rampung akhir 2026 serta pengajuan IJD untuk sejumlah ruas strategis, Pemkab Malang berharap konektivitas antarwilayah semakin kuat. Infrastruktur jalan diharapkan tidak sekadar memperlancar perjalanan, tetapi ikut menjadi pengungkit sektor pariwisata, pendidikan, pertanian, dan perekonomian masyarakat Kabupaten Malang.