Daerah

Jembatan Sentong Bondowoso Ambrol Sejak Februari, Ditargetkan Rampung Paling Lambat 6 November 2026

×

Jembatan Sentong Bondowoso Ambrol Sejak Februari, Ditargetkan Rampung Paling Lambat 6 November 2026

Sebarkan artikel ini
Salam penghormatan di penghujung pertemuan 19 Agustus 2026, Bupati Bondowoso melepas rombongan DPRD Jawa Timur usai koordinasi penanganan dampak pembangunan Jembatan Sentong. (Foto: Sekilas Media Bondowoso)

Bondowoso,Sekilasmedia.com-Kepastian penyelesaian pembangunan Jembatan Sentong yang menjadi salah satu jalur penghubung penting Bondowoso–Jember kembali menjadi perhatian. Jembatan tersebut ambrol pada 23 Februari 2026 dan hingga kini masyarakat masih menggunakan jalur alternatif untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut berdampak terhadap mobilitas warga, mulai dari aktivitas sekolah, pekerjaan, perdagangan, hingga kegiatan ekonomi lainnya yang membutuhkan akses jembatan sentong di kelurahan Nangkaan tersebut.

Persoalan jalan alternatif menjadi salah satu pembahasan dalam koordinasi terkait dampak pembangunan Jembatan Sentong bersama Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur yang membidangi pembangunan dan infrastruktur di Pendopo Bupati Bondowoso, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. Salah satu yang hadir dalam koordinasi tersebut yakni anggota Komisi D DPRD Jawa Timur sekaligus pengampu daerah pemilihan Bondowoso, dr. Agung Mulyono.

Pria yang disapa akrab dengan Dokter Agung itu mengatakan pertemuan tersebut dilakukan untuk mencari solusi alternatif selama proses pembangunan Jembatan Sentong berlangsung. Sebab, pembangunan jembatan membutuhkan waktu cukup panjang dan berdasarkan perhitungan yang ada ditargetkan selesai pada November 2026.

“Kita diundang hari ini dalam rangka menyelesaikan problem secara alternatif akibat pembangunan Sentong. Karena Sentong ini nanti selesai di bulan November. Membangun jembatan itu ternyata tidak mudah dan panjang, sekitar delapan bulan,” ujar Agung.

BACA JUGA :  Lamongan Serahkan LKPD Unaudited 2025 ke BPK Jatim

Selama pembangunan berlangsung, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif. Pemerintah sebelumnya juga telah memberikan dukungan berupa sekitar 300 drum aspal untuk membantu penanganan awal kondisi jalan yang digunakan masyarakat.

Menurut Agung, perbaikan jalan alternatif tersebut kembali didorong melalui pembahasan bersama pemerintah provinsi dan Kabupaten Bondowoso. Dalam koordinasi itu, terdapat empat ruas jalan yang dinilai mendesak untuk segera mendapatkan penanganan.

“Tadi disepakati, insyaallah angkanya sekitar Rp2,2 miliar. Saya sebagai pengampu dapil sudah koordinasi dengan Pak Wakil Gubernur, Pak Sekretaris Daerah, Kadis Bina Marga, dan Komisi D. Kami datang ke sini untuk memberikan solusi,” katanya.

Anggaran tersebut nantinya diarahkan untuk menangani empat ruas jalan alternatif yang menjadi jalur penting bagi masyarakat selama Jembatan Sentong belum dapat difungsikan kembali.

Agung yang juga merupakan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur itu juga menjelaskan, pelaksanaan teknis perbaikan akan dikoordinasikan oleh UPT Bina Marga Jawa Timur bersama dinas terkait di Kabupaten Bondowoso. Dengan adanya penanganan tersebut, kondisi jalan alternatif diharapkan menjadi lebih layak digunakan masyarakat.

“Prinsipnya untuk masyarakat, jalan alternatif kita perbaiki bersama, provinsi dan kabupaten. Mohon warga sabar. Ini musibah, tetapi kami semua, Pak Bupati, saya DPRD Jawa Timur yang mengampu dapil, Komisi D, kemudian Dinas Bina Marga, tentunya tidak diam,” tegasnya.

BACA JUGA :  Polwan Sidoarjo Goes To School

Ia memastikan kondisi jalan alternatif menjadi perhatian karena jalur tersebut memiliki peran penting dalam menopang aktivitas masyarakat. Menurutnya, akses jalan merupakan kebutuhan vital yang tidak bisa diabaikan ketika jalur utama masih dalam proses pembangunan.

Agung menilai perbaikan yang sebelumnya telah dilakukan ditambah penanganan terhadap empat ruas jalan utama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kondisi jalur alternatif. Meski belum dapat dikatakan sempurna, perbaikan dengan dukungan anggaran sekitar Rp2,2 miliar dinilai akan memberikan dampak bagi kelancaran mobilitas warga.

“Insyaallah akan lebih baik dari sekarang, menjadi yang layak dilewati. Tentunya tidak sempurna, tetapi angka Rp2,2 miliar dan yang sebelumnya itu menurut saya bermakna untuk jalan yang notabene penting ini,” ujarnya.

Di sisi lain, terkait pembangunan Jembatan Sentong, Agung menyebut penyelesaian tetap diarahkan secepat mungkin. Namun, pelaksana pembangunan telah memiliki perhitungan teknis dan harus memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai ketentuan.

“Sentong terjatuh November. Saya pun pesan secepatnya sebetulnya bisa selesai, tetapi mereka sudah punya hitungan dan tentunya sangat berhati-hati. Jadi kita ngomong terjelek 6 November,” ungkapnya.

Dengan demikian, masyarakat pengguna akses jembatan sentong masih harus menunggu hingga target tersebut terealisasi. Sementara itu, perbaikan jalur alternatif menjadi solusi sementara agar aktivitas warga tidak sepenuhnya terganggu selama Jembatan Sentong belum kembali beroperasi.