Daerah

Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Poltekkes Kemenkes Malang Luncurkan Program Wilayah Binaan “GAMBYOK” Melalui Skema One Student One Client

×

Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Poltekkes Kemenkes Malang Luncurkan Program Wilayah Binaan “GAMBYOK” Melalui Skema One Student One Client

Sebarkan artikel ini
Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak, Poltekkes Kemenkes Malang Luncurkan Program Wilayah Binaan “GAMBYOK” Melalui Skema One Student One Client.(Foto:Saman/Sekilasmedia.com)

Kediri,Sekilasmedia.com-Dalam upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting, mencegah kematian ibu dan bayi, serta mengoptimalkan derajat kesehatan masyarakat, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi Kebidanan Kediri meluncurkan Program Wilayah Binaan bertajuk “GAMBYOK (Gerakan Masyarakat Berkarya, Optimalkan Kesehatan)” di Desa Gambyok, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Program yang didanai oleh DIPA Poltekkes Kemenkes Malang Tahun 2026 ini mengusung metode inovatif One Student One Client (OSOC). Skema ini melibatkan sebanyak 95 mahasiswa, terdiri atas 78 mahasiswa Sarjana Terapan Kebidanan Kediri dan 17 mahasiswa D-III Kebidanan Kediri, yang diterjunkan secara langsung untuk mendampingi keluarga sasaran secara berkelanjutan.

Pendampingan Terintegrasi dan Komprehensif

Program GAMBYOK dirancang secara komprehensif untuk menyasar berbagai kelompok rentan dan tahap siklus hidup masyarakat di Desa Gambyok, yang meliputi:

Ibu Hamil: Edukasi teknik hypnobirthing untuk mengurangi kecemasan kehamilan dan persiapan persalinan, pengelolaan gizi kehamilan dengan risiko Diabetes Melitus, serta pemantauan kondisi kesehatan ibu melalui kunjungan rumah (home visit).
Ibu KB & Kesehatan Reproduksi: Edukasi dan praktik Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI), deteksi dini kelainan payudara (SARARI), serta edukasi pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) untuk deteksi dini kanker serviks.
Remaja Usia Sekolah: Edukasi kesehatan reproduksi (sex education), sosialisasi pencegahan anemia melalui konsumsi Tablet Tambah Darah (Fe), serta pencegahan pernikahan dini.
Balita Stunting & Wasting: Deteksi dini tumbuh kembang balita, edukasi penanganan gizi buruk, serta pendampingan keluarga berbasis Project Based Learning.

BACA JUGA :  Kisruh Kepengurusan PSHT Madiun, Kapolda Jatim Berharap Mekanisme Islah Bisa Ditempuh

Dalam pelaksanaannya, kegiatan Wilayah Binaan GAMBYOK menerapkan pendekatan Interprofessional Collaboration (IPC) melalui kolaborasi dengan Program Studi Sarjana Terapan Gizi. Kolaborasi lintas profesi ini memperkuat pendampingan ibu dan anak, khususnya melalui pemberian materi “Gizi Ibu Hamil: Cegah DM Gestasional untuk Ibu Sehat, Bayi Selamat”. Materi tersebut diberikan sebagai upaya meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pemenuhan gizi seimbang, pemilihan makanan yang tepat, serta pencegahan Diabetes Melitus Gestasional sejak masa kehamilan.

Ketua Tim Pengusul Program Pengabmas, Rahajeng Siti Nur Rahmawati, M.Keb, menyampaikan bahwa keunggulan program ini terletak pada pendekatan personal dan pendampingan yang konsisten dari mahasiswa dengan supervisi tim dosen ahli. Sementara itu, Program Wilayah Binaan ini juga menjadi bentuk sinergi lintas program studi melalui penerapan IPC untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA :  Kapolres Gresik Hadiri Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan Takmir, Imam dan Marbot Masjid PD DMI Gresik

Program Wilayah Binaan ini berada di bawah penanggung jawab Ketua Program Studi Sarjana Terapan Kebidanan Kediri, Dr. Triatmi Andri Yanuarini, M.Keb, dan Ketua Program Studi D-III Kebidanan Kediri, Dr. Finta Isti Kundarti, M.Keb.

Pelaksanaan program diawali dengan survei lapangan dan pembekalan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Bidan Desa, serta Puskesmas Grogol pada awal Agustus 2026. Pelaksanaan intervensi lapangan serta pendampingan masyarakat berlangsung sepanjang bulan Agustus 2026, kemudian diakhiri dengan evaluasi serta pemaparan hasil kegiatan pada minggu pertama September 2026.

Kepala Desa Gambyok, Gunawan, menyambut baik dan memberikan apresiasi penuh atas terpilihnya Desa Gambyok sebagai wilayah binaan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, mahasiswa, serta lintas program studi diharapkan dapat membawa dampak positif jangka panjang bagi peningkatan kesehatan dan kualitas hidup warga Desa Gambyok.