SURABAYA, Sekilasmedia.com – Al Kurotin Elvira resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (DPD PAMDI) Jawa Timur periode 2026–2031. Setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda), Elvira langsung dikukuhkan oleh Ketua Umum PAMDI H. Rhoma Irama melalui sambungan virtual.
Prosesi Musda sekaligus pengukuhan tersebut berlangsung di Hotel Wyndham Surabaya, Minggu (6/9/2026), dengan dihadiri jajaran pengurus DPD PAMDI Jawa Timur, para ketua DPC, artis dan penyanyi dangdut, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam prosesi pengukuhan, H. Rhoma Irama terlebih dahulu mengajukan pertanyaan kepada jajaran pengurus yang akan dilantik mengenai kesediaan menjalankan amanah organisasi serta menjalankan roda organisasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya lantik saudara-saudara sebagai pengurus Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia Provinsi Jawa Timur periode 2026–2031,” ujar Rhoma Irama dalam prosesi pelantikan secara virtual.
Para pengurus kemudian mengikuti ikrar organisasi yang di antaranya menegaskan komitmen untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, setia dan taat kepada Pancasila serta UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjalankan AD/ART serta peraturan organisasi, dan senantiasa bermusik serta menghibur dengan akhlak mulia.
Usai dikukuhkan, Ketua DPD PAMDI Jawa Timur terpilih, Al Kurotin Elvira, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi seniman dangdut di Jawa Timur selama lima tahun ke depan.
“Alhamdulillah, hari ini merupakan hari yang penuh kebahagiaan sekaligus membuat hati saya berdebar. Saya sangat bersyukur karena dipercaya menjadi Ketua PAMDI Jawa Timur periode 2026–2031,” ungkap Elvira.
Menurut Elvira, meskipun Ketua Umum PAMDI H. Rhoma Irama tidak dapat hadir secara langsung dan mengikuti prosesi melalui virtual, hal tersebut tidak mengurangi rasa hormat maupun kebanggaan seluruh jajaran PAMDI Jawa Timur.
Elvira juga memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Puri Rahayu. Ia menyebut kepengurusan sebelumnya telah banyak memberikan kontribusi dan kegiatan bagi perkembangan PAMDI di Jawa Timur.
“PAMDI Jawa Timur sudah banyak melaksanakan kegiatan selama kepengurusan pendahulu kami yang dipimpin Ibu Puri Rahayu, kakak sekaligus senior saya yang saya cintai. Insyaallah, kami akan melanjutkan dan membuat kepengurusan DPD PAMDI Jawa Timur menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Tiga Agenda Besar PAMDI Jatim
Dalam kepemimpinannya, Elvira memaparkan tiga agenda besar yang akan menjadi fokus DPD PAMDI Jawa Timur periode 2026–2031.
Pertama, memajukan musik dangdut sebagai musik sekaligus budaya Indonesia, termasuk memberikan dukungan terhadap perjuangan pengakuan dangdut sebagai warisan budaya takbenda UNESCO.
Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan dukungan bersama dari seluruh insan dangdut agar musik dangdut semakin mendapatkan pengakuan sebagai bagian penting dari kekayaan budaya Indonesia.
Kedua, membangun regenerasi seniman dangdut melalui pencarian bakat, pembinaan, pendidikan, kompetisi, serta pemberian ruang dan panggung bagi talenta-talenta baru.
Ketiga, mendorong profesionalisme dan kesejahteraan para pelaku musik dangdut, melalui perlindungan karya, perluasan panggung pertunjukan, penguatan ekonomi kreatif, hingga peningkatan kesejahteraan seniman.
Elvira menegaskan, PAMDI tidak boleh hanya menjadi organisasi yang menjalankan kegiatan administratif, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.
“Saya ingin mengajak seluruh pengurus untuk membuat organisasi ini semakin kuat. Jangan berpikir apa yang bisa organisasi berikan kepada kita, tetapi mari kita berpikir apa yang bisa kita berikan untuk organisasi,” tegasnya.
Berbeda Suara, Jangan Berbeda Hati
Elvira juga mengajak seluruh jajaran pengurus DPD dan DPC PAMDI se-Jawa Timur menjaga kekompakan.
Menurutnya, organisasi akan berjalan baik apabila seluruh unsur mampu bekerja dalam satu irama.
Ia mengibaratkan organisasi seperti sebuah pertunjukan musik. Sebuah lagu dapat terdengar indah ketika penyanyi, pemain musik dan seluruh pendukungnya mampu menciptakan harmoni.
“Kalau semuanya ingin menjadi penyanyi, siapa yang memainkan musik? Kalau pemain musik tidak kompak, lagu yang bagus pun bisa terdengar tidak harmonis. Begitu juga organisasi. Ketua tidak bisa berjalan sendiri, sekretaris tidak bisa berjalan sendiri, DPC juga tidak bisa berjalan sendiri,” tuturnya.
Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus untuk tetap menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan pendapat.
“Beda suara boleh, beda pendapat boleh, tetapi jangan sampai berbeda hati,” tandasnya.
Elvira menyadari bahwa amanah sebagai Ketua DPD PAMDI Jawa Timur bukanlah pekerjaan ringan. Justru, menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama-sama.
“Saya menerima amanah ini bukan dengan perasaan bahwa pekerjaan saya menjadi lebih ringan. Justru sebaliknya, amanah ini adalah tanggung jawab yang semakin besar. Karena itu saya mohon dukungan dari Ketua Umum, para senior, para penasihat, seluruh pengurus DPD dan terutama para ketua DPC PAMDI se-Jawa Timur,” ujarnya.
Ia berharap seluruh jajaran PAMDI mampu membuka ruang yang lebih luas bagi para seniman, menemukan talenta-talenta baru, membangun tata kelola organisasi yang tertib dan profesional, serta menjadikan musik dangdut semakin bermartabat.
“Mari kita buktikan bahwa musik dangdut bukan hanya mampu membuat orang bergoyang, tetapi juga mampu menggerakkan kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, PAMDI Jawa Timur diharapkan mampu menjadi wadah yang semakin solid bagi para seniman dangdut sekaligus memperkuat posisi musik dangdut sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya Indonesia.
Bermusik dan menghibur dengan akhlak mulia, PAMDI Jatim siap mengangkat harkat seniman dan membawa dangdut semakin bermartabat.






