Purwakarta,Sekilasmedia.com-Ketua Gerakan Cinta Prabowo (GCP) Kabupaten Purwakarta periode 2024–2027, H. Mujiono, menegaskan komitmennya memperkuat struktur dan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan dan desa.
Salah satu prioritas yang disiapkan yakni membentuk Pimpinan Anak Cabang (PAC) di 17 kecamatan se-Kabupaten Purwakarta, yang selanjutnya diarahkan membentuk kepengurusan ranting di masing-masing desa.
“Yang paling inti adalah bagaimana Prabowo bisa menjadi presiden dua periode. Maka kami sebagai pimpinan DPC mengambil langkah untuk membentuk gerbong-gerbong organisasi. PAC harus terbentuk di seluruh kecamatan dan kemudian membentuk ranting di masing-masing desa,” ujar H. Mujiono.
Menurutnya, pembentukan struktur organisasi tersebut ditargetkan dapat terealisasi sebelum 2027. Struktur tersebut juga diharapkan dapat diperluas hingga tingkat anak ranting untuk memperkuat organisasi hingga ke lapisan masyarakat.
Ia menjelaskan, penguatan struktur hingga tingkat bawah diperlukan agar GCP Purwakarta memiliki organisasi yang lebih tertata dan siap menjalankan berbagai agenda ketika mendapatkan arahan dari tingkat DPD maupun DPP.
“Kalau kita sudah punya gerbong, masyarakat yang mau masuk silakan masuk. Kita sudah punya struktur. Tinggal bagaimana gerbong dan mesin itu dijalankan,” katanya.
H. Mujiono juga menegaskan GCP Purwakarta akan tetap mengikuti arah dan kebijakan organisasi secara berjenjang.
“GCP Kabupaten Purwakarta akan selalu satu komando dengan DPD GCP Jawa Barat dan DPP GCP dalam menjalankan program serta arah organisasi,” tegasnya.
Selain memperkuat struktur, GCP Purwakarta juga akan mendorong keberadaan sekretariat sebagai pusat kegiatan organisasi. Sekretariat tersebut diharapkan menjadi tempat untuk membahas berbagai persoalan internal sekaligus memperkuat koordinasi antarpengurus.
Dalam menjalankan organisasi, H. Mujiono menekankan pentingnya sikap santun, beradab dan berintegritas. Ia juga mengajak seluruh jajaran GCP untuk saling menjaga dan membangun kepercayaan antarrekan.
“Kita harus saling menjaga sesama rekan. Untuk mencapai soliditas, saling percaya, bersopan santun dan tidak berbicara sembarangan. Setiap ucapan harus dipikirkan karena ada akibat yang bisa ditimbulkan,” ujarnya.
Menurutnya, dinamika politik merupakan bagian dari perjalanan organisasi. Namun, seluruh jajaran GCP diharapkan tetap menjaga kekompakan dan mengedepankan akhlak dalam berorganisasi.
“Di politik itu kadang ada yang membuat kita tertawa, ada juga yang membuat kita kecewa. Itu hal biasa. Tetapi sebagai organisasi, kita harus tetap solid dengan perilaku yang berakhlakul karimah. Insyaallah, dengan cara itu tujuan organisasi dapat tercapai,” pungkasnya.






