Daerah

Hadapi Kemarau Panjang, MKSO Kebun Dhoho Optimalkan Pengairan dan Pengawasan Tanaman Tebu

×

Hadapi Kemarau Panjang, MKSO Kebun Dhoho Optimalkan Pengairan dan Pengawasan Tanaman Tebu

Sebarkan artikel ini
Hadapi Kemarau Panjang, MKSO Kebun Dhoho Optimalkan Pengairan dan Pengawasan Tanaman Tebu.(Foto:Saman/sekilasmedia.com)

Kediri,Sekilasmedia.com-Memperingati Hari Tani Nasional 2026, PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) MKSO Kebun Dhoho terus memperkuat pengawasan dan pemeliharaan tanaman tebu, khususnya pada fase pascapanen.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tunas tebu dapat tumbuh optimal sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) budidaya.

Terlebih, kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau panjang membuat ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting yang harus mendapat perhatian serius.

Petugas bagian tanaman MKSO Kebun Dhoho pun meningkatkan monitoring di sejumlah areal perkebunan.

Pengawasan dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi tanaman tetap terjaga dan sistem pengairan dapat berjalan secara optimal.

General Manager MKSO Kebun Dhoho, Juni Yanto, mengatakan monitoring tanaman menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan budidaya tebu.

Menurutnya, pengawasan dilakukan secara menyeluruh di setiap areal kebun untuk mengetahui kondisi tanaman sekaligus memastikan seluruh tahapan budidaya berjalan sesuai ketentuan.

“Kami dan seluruh jajaran bagian tanaman rutin melaksanakan monitoring di setiap sudut lahan tebu. Monitoring ini menjadi bagian penting untuk memastikan setiap tahapan budidaya tebu berjalan sesuai prosedur,” kata Juni.

BACA JUGA :  GREBEK PABRIK MIRAS OPLOSAN, 7 ANGGOTA POLSEK SUMBERSUKO DAPAT REWARD DARI KAPOLRES LUMAJANG

Untuk menghadapi kondisi kemarau, MKSO Kebun Dhoho juga mengoptimalkan sumber air yang tersedia. Setidaknya terdapat tiga titik sumur besar yang dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pengairan tanaman tebu di sejumlah areal kebun.

“Kami memanfaatkan tiga titik sumur besar yang kami miliki sehingga bisa mengairi setiap sudut kebun tebu,” tuturnya.

Menurut Juni, ketersediaan air menjadi perhatian utama ketika suhu udara meningkat dan curah hujan menurun. Sebab, tanaman tebu yang berada dalam kondisi kekurangan air berpotensi mengalami gangguan pertumbuhan dan pada akhirnya dapat berdampak terhadap produktivitas.

Karena itu, pengawasan tidak hanya dilakukan terhadap kondisi tanaman, tetapi juga terhadap sistem pengairan di lapangan. Petugas secara berkala memastikan distribusi air dapat menjangkau areal tanaman yang membutuhkan.

Selain persoalan pengairan, MKSO Kebun Dhoho juga rutin melakukan evaluasi terhadap seluruh rangkaian kegiatan budidaya. Evaluasi mencakup proses penanaman, pemeliharaan, hingga pelaksanaan panen.

BACA JUGA :  Daun Art Galery Tampilkan 20 Seniman Muda, Ikuti Pameran Lukis dan Fotografi Di Icon Mall

“Kami memastikan standar operasional sesuai dan berjalan dengan baik. Kami juga menilai apakah seluruh proses budidaya, perawatan, hingga panen berjalan sesuai prosedur,” jelas Juni.

Ia menambahkan, kondisi cuaca yang memasuki musim kemarau menjadi salah satu tantangan yang harus diantisipasi bersama. Selain kekeringan, sejumlah faktor lain seperti serangan hama maupun kendala akses logistik juga menjadi bagian dari pengawasan di lapangan.

Petugas tanaman dituntut untuk mampu mengidentifikasi potensi persoalan sejak dini sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan. Dengan demikian, kondisi tanaman tetap terjaga meskipun berada di tengah cuaca panas dan minim curah hujan.

“Kami juga menjelaskan bagaimana mengantisipasi kendala cuaca, hama, atau hambatan akses logistik kebun. Apalagi saat ini cuaca sangat panas, kami harus menjaga tanaman jangan sampai kekeringan,” tandasnya.

Dalam momentum hari tani nasional 2026, dari MKSO Kebun Dhoho juga ikut mengucapkan selamat kepada seluruh petani di Kediri dan sekitarnya. “Selamat Hari Tani Nasional, Semoga setiap benih yang ditanam berbuah kesejahteraan,” ucap Juni.