Pendidikan

Kekeringan, Ribuan Maba FTIK UIN KHAS Jember Bagi-Bagi Air Bersih

×

Kekeringan, Ribuan Maba FTIK UIN KHAS Jember Bagi-Bagi Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Maba FTIK UIN KHAS Jember Bagi-Bagi Air Bersih. (Foto aurel)

Jember, sekilasmedia.com– Ribuan mahasiswa baru (maba) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN KHAS Jember menggelar aksi kepedulian sosial bagi warga terdampak kekeringan. Mereka menyalurkan bantuan air bersih ke Dusun Curah Suko, Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Jember.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) FTIK UIN KHAS Jember yang mengusung tema ‘Muda, Bergerak, Berdampak’. Sebanyak 1.034 maba tidak hanya diajak mengenali lingkungan kampus, tetapi juga diajarkan peka terhadap krisis sosial di sekitarnya.

BACA JUGA :  *Koramil 0815/09 Mojosari Gembleng 692 Siswa Baru Dengan Wasbang & PBB*

Dalam aksi yang difasilitasi oleh pengurus lembaga amil zakat Nurul Hayat ini, para maba mengumpulkan bantuan air minum dalam kemasan botol secara sukarela. Bantuan air konsumsi tersebut didistribusikan langsung untuk memenuhi kebutuhan harian warga Curah Suko.

Dekan FTIK UIN KHAS Jember, Prof Abdul Muis, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kepedulian para mahasiswa baru serta pihak-pihak yang terlibat.

“Semoga masyarakat dapat merasakan langsung manfaat dari bantuan air bersih ini. Kami juga berharap gerakan ini dapat menginspirasi kelompok masyarakat maupun organisasi kemahasiswaan lain untuk menggelar aksi serupa di Jember,” kata Abdul Muis, Rabu (2/9/2026).

BACA JUGA :  Tingkatkan Ketangkasan, Saka Wira Kartika Koramil 0815/18 Gondang Gelar Outbound dan Mountaineering

Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III FTIK UIN KHAS Jember Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Dr Rif’an Humaidi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret menerjemahkan gagasan akademik menjadi aksi nyata.

“Kehadiran FTIK bersama ribuan mahasiswa baru ini memberi arti penting sekaligus menggambarkan peran maba sebagai penggerak dan pengakselerasi perubahan positif. Mahasiswa bukan penonton sosial, melainkan aktor yang berorientasi pada aksi nyata untuk memperbaiki keadaan,” tegas Rif’an.

Penulis: aurelEditor: Kaylla