Daerah

Tak Beri Celah Halinar, Lapas Kediri Gelar Razia Gabungan Bersama APH

×

Tak Beri Celah Halinar, Lapas Kediri Gelar Razia Gabungan Bersama APH

Sebarkan artikel ini
Tak Beri Celah Halinar, Lapas Kediri Gelar Razia Gabungan Bersama APH.(Foto:Saman/sekilasmedia.com)

Kediri, Sekilasmedia.com-Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kediri menggelar razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH), Selasa (22/9). Kegiatan tersebut melibatkan unsur Kodim 0809/Kediri, BNN Kota Kediri, Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor, Subdenpom V/2-2 Kediri, dan Polres Kediri Kota sebagai langkah penguatan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Kediri.

Razia dimulai pukul 13.00 WIB dan menyasar seluruh kamar hunian Warga Binaan di Blok A, B, dan C. Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan petugas Lapas bersama personel APH serta tetap mengedepankan ketelitian dan prosedur pengamanan pemasyarakatan.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Kediri, Gatot Tri Rahardjo, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Roqib Abror selaku koordinator kegiatan. Turut terlibat jajaran pejabat struktural, yakni Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik) Bambang Setiawan, Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Kasi Giatja) Heru Sulistya, serta Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm. Kamtib) Aryo Pratama W.K.

Dalam pelaksanaannya, tim penggeledahan dibagi menjadi tiga tim yang masing-masing dipimpin oleh Kasi Binadik Bambang Setiawan, Kasi Giatja Heru Sulistya, dan Kasi Adm. Kamtib Aryo Pratama W.K. Ketiga tim bergerak melakukan pemeriksaan terhadap seluruh kamar hunian dengan melibatkan petugas Lapas dan personel APH.

BACA JUGA :  Anniversay AAOCI Ke-1 Surabaya Chapter, Donasi 100 Alqur’an Pondok Pesantren Darussalam Keputih Surabaya

Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan handphone maupun narkoba di seluruh kamar hunian yang diperiksa. Namun, petugas mengamankan sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, yakni 9 buah sendok aluminium, 10 buah paku, 12 buah korek gas, 3 buah senjata tajam (sajam), 1 buah jarum/pinset, 3 set kartu remi, dan 1 set domino. Seluruh barang hasil temuan diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain penggeledahan, BNN Kota Kediri turut melaksanakan tes urine secara acak dengan mengambil sampel dari WBP di masing-masing kamar hunian. Sebanyak 30 WBP mengikuti pemeriksaan dan seluruhnya dinyatakan negatif narkotika. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap petugas, dengan hasil seluruh sampel dinyatakan negatif.

Kalapas Kelas IIA Kediri, Gatot Tri Rahardjo, menyampaikan bahwa razia gabungan tersebut merupakan bentuk sinergi sekaligus komitmen Lapas Kediri dalam menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan bersih dari narkoba maupun handphone ilegal.

“Kami bersinergi dengan TNI, Polri, dan BNN melalui razia gabungan serta tes urine di Blok A, B, dan C. Alhamdulillah, hasil penggeledahan tidak menemukan handphone maupun narkoba, dan seluruh hasil tes urine dinyatakan negatif. Ini menjadi komitmen kami untuk terus menjaga Lapas tetap aman, tertib, dan kondusif,” ujar Gatot.

BACA JUGA :  Pawai Ogoh-Ogoh Balun Masuk Kelender Event Pariwisata dan Kebudayaan Lamongan.

Kepala BNN Kota Kediri, Yudha Wirawan, S.E., M.M., turut menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antar-APH menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkotika.

“Kami mengapresiasi kolaborasi dalam razia gabungan ini sebagai bentuk komitmen bersama mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan menuju Lapas Kediri yang zero narkoba. Sinergi antar-APH menjadi kunci dalam mencegah peredaran narkoba dan mewujudkan Lapas Kediri serta Kota Kediri yang Bersinar,” ujar Yudha.

Razia gabungan ini menjadi bagian dari komitmen Lapas Kediri dalam mewujudkan Zero Halinar, yaitu bebas dari Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba. Sinergi bersama APH juga menjadi upaya memperkuat pengawasan serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus merupakan tindak lanjut terhadap 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan dalam memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.

Lapas Kediri memastikan pengawasan dan pengendalian keamanan akan terus dilakukan secara konsisten melalui sinergi bersama APH guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif sehingga proses pembinaan WBP dapat berjalan secara optimal.