TENTARAKU

Titik Api Muncul di Lahan Tebu Kemlagi, Babinsa Ingatkan Petani Waspadai Pembakaran Sisa Panen

×

Titik Api Muncul di Lahan Tebu Kemlagi, Babinsa Ingatkan Petani Waspadai Pembakaran Sisa Panen

Sebarkan artikel ini
Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi mengecek titik api di lahan tebu Desa Berat Kulon sekaligus mengingatkan petani agar lebih waspada saat mengelola sisa panen. (Foto:Wibowo)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Maraknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah menjadi perhatian jajaran TNI, khususnya di wilayah Kabupaten Mojokerto. Upaya pencegahan terus dilakukan dengan memberikan edukasi dan imbauan secara langsung kepada masyarakat, khususnya petani, agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 0815/06 Kemlagi Kodim 0815/Mojokerto Serda Dedy, saat menindaklanjuti adanya titik api di area lahan tebu yang telah dipanen, Dusun Jompong Sardi, Desa Berat Kulon, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (05/09/2026).

Dari hasil pengecekan di lapangan, titik api diketahui berasal dari pembakaran daun tebu kering atau dadok sisa panen yang dilakukan di lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi. Saat Babinsa tiba di lokasi, api telah dalam kondisi padam.

BACA JUGA :  Berikan Konsep Gizi Seimbang, PT. Ajinomoto Bersama Pemkab Mojokerto laksanakan Edukasi Tentang Stunting

Dalam kesempatan tersebut, Serda Dedy memberikan informasi dan pemahaman kepada petani yang berada di sekitar lokasi mengenai bahaya pembakaran sisa tanaman, terlebih di tengah kondisi cuaca yang cenderung panas dan kering. Api yang awalnya hanya membakar sisa tanaman dapat dengan mudah merembet ke lahan tebu di sekitarnya apabila tidak diawasi secara ketat.

“Pembakaran sisa tanaman memang terlihat sederhana, tetapi apabila api tidak terkendali dapat merembet ke lahan lain dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Kami mengimbau para petani agar tidak melakukan pembakaran sembarangan dan lebih mengutamakan cara yang aman dalam mengelola sisa tanaman,” ujar Serda Dedy saat memberikan imbauan kepada petani.

BACA JUGA :  Terampil, Satgas TMMD Bojonegoro Ahli Buat Senjata Mainan Tradisional

Babinsa juga menjelaskan bahwa Karhutla tidak hanya berpotensi menyebabkan kerugian material, tetapi asap yang ditimbulkan dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Selain itu, kebakaran yang meluas dapat merusak tanaman, mengganggu aktivitas warga, serta berdampak terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, Koramil 0815/06 Kemlagi secara langsung menggugah kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Sinergi Babinsa dan petani di lapangan diharapkan mampu memperkuat langkah pencegahan, sehingga pembakaran sisa panen tidak berkembang menjadi kebakaran yang mengancam lahan pertanian dan lingkungan sekitar.