Mojokerto, Sekilasmedia.com– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menindaklanjuti hasil skrining dan tracing Tuberkulosis (TBC) yang sebelumnya dilakukan menggunakan mobil X-Ray. Sebagai langkah pencegahan dan penanganan dini, Lapas Mojokerto memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) kepada warga binaan yang memenuhi kriteria berdasarkan hasil pemeriksaan, Selasa (1/9/2026).
Pemberian terapi tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas Mojokerto dalam mencegah penyebaran TBC di lingkungan pemasyarakatan. Warga binaan dengan inisial KN mendapatkan terapi sesuai dengan hasil pemeriksaan dan rekomendasi petugas kesehatan, disertai pemantauan secara berkala oleh Klinik Lapas Mojokerto.
Petugas Klinik Lapas Mojokerto, Agus Udin, mengatakan bahwa pemberian terapi pencegahan merupakan langkah penting dalam memutus mata rantai penularan TBC. “Kami terus melakukan tindak lanjut dari hasil skrining dan tracing. Pemberian terapi pencegahan ini menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan TBC di lingkungan Lapas,” ujarnya.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Lapas Mojokerto dalam menjaga kesehatan warga binaan melalui deteksi dini, pencegahan, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan Lapas yang lebih sehat dan meminimalkan risiko penularan penyakit.












