Jember, sekilasmedia.com– Akses kesehatan masyarakat di wilayah pinggiran Kabupaten Jember terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kehadiran fasilitas kesehatan baru diharapkan mampu mendekatkan layanan kepada warga.
Bupati Jember Muhammad Fawait menghadiri grand opening Klinik Grand Medika Silo di Desa Sempolan, Kecamatan Silo, Sabtu (10/10/2026).
Peresmian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan layanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perkotaan.
Pemerintah Kabupaten Jember menyambut positif hadirnya klinik swasta tersebut. Bertambahnya fasilitas kesehatan dinilai dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan medis tanpa harus menempuh perjalanan terlalu jauh.
Fawait menilai, pemerataan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas milik pemerintah. Peran pihak swasta juga diperlukan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
“Kami mendukung penuh program Klinik Grand Medika ini. Semakin banyak tempat orang bisa berobat, berarti memutus jarak orang berobat, dengan kata lain memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.
Menurut Fawait, kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi tanpa membedakan kondisi ekonomi masyarakat. Pemerintah harus memastikan keterbatasan biaya tidak menjadi penghalang bagi warga untuk mendapatkan pengobatan.
Ia menegaskan, masyarakat Jember tidak seharusnya kehilangan kesempatan memperoleh pelayanan medis hanya karena tidak mampu membayar biaya pengobatan.
“Tidak boleh lagi ada warga Jember yang sakit tidak bisa ke klinik, tidak bisa ke puskesmas, tidak bisa ke rumah sakit karena faktor biaya,” tegasnya.
Pemkab Jember, lanjut Fawait, telah menyiapkan sejumlah program untuk membantu masyarakat mengakses pelayanan kesehatan. Program tersebut mencakup jaminan kesehatan, layanan Home Care, hingga Mobil Cinta.
Melalui Home Care, warga yang membutuhkan dapat memperoleh pelayanan kesehatan di rumah. Sementara itu, Mobil Cinta disiapkan untuk mengantar pasien kurang mampu pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kalau sakit di rumah, ada Home Care. Kalau sudah dirawat di rumah sakit, ada Mobil Cinta yang akan mengantar ke rumahnya gratis,” katanya.
Fawait juga mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tidak mengabaikan warga yang membutuhkan bantuan kesehatan. Perhatian terhadap masyarakat kurang mampu, menurutnya, merupakan tanggung jawab bersama.
Ia meminta camat, kepala puskesmas, serta seluruh perangkat daerah aktif memantau kondisi warga di lingkungan masing-masing.
“Dosa bagi kita sebagai pemerintah, siapa pun itu, kalau ada warga kita yang tidak terperhatikan karena mereka tidak mampu,” ungkap Fawait.
Terkait kehadiran Grand Medika Silo, Fawait melihat adanya kesamaan komitmen untuk memperluas akses pelayanan kesehatan hingga wilayah pinggiran.
Meski Kecamatan Silo telah memiliki dua puskesmas, kebutuhan layanan tambahan dinilai masih terbuka karena jumlah penduduk dan jarak permukiman yang perlu dijangkau.
Fawait menyatakan pemerintah daerah terbuka terhadap investor yang ingin membangun klinik maupun rumah sakit di Kabupaten Jember, selama memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
Ia mengapresiasi pengelola Grand Medika Silo yang dinilai telah mengikuti prosedur dalam proses pendirian fasilitas kesehatan tersebut.
Selain klinik, Fawait mengungkapkan bahwa terdapat rencana investasi pembangunan rumah sakit di Jember. Tambahan fasilitas rawat inap dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, Kabupaten Jember masih membutuhkan sekitar 500 tempat tidur tambahan untuk pasien kelas III. Kekurangan tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menyambut baik rencana investasi di sektor kesehatan.
Di sisi lain, keberadaan klinik swasta diharapkan tidak berjalan sendiri. Fasilitas kesehatan tersebut perlu membangun koordinasi dengan puskesmas agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Fawait mendorong puskesmas dan klinik berlomba-lomba meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai ketentuan.
Ia berharap kolaborasi berbagai fasilitas kesehatan dapat menjangkau warga Silo yang selama ini belum memperoleh pelayanan secara maksimal.
Menutup sambutannya, Fawait menitipkan dua perhatian kepada masyarakat dan seluruh pihak yang hadir, yakni memantau warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan serta memastikan masyarakat tidak mampu memperoleh pelayanan kesehatan yang layak.
Ia berharap pengabdian melalui layanan kesehatan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Jember, sekaligus menjadi kebaikan bagi generasi mendatang.






