Jember,Sekilasmedia.com-Kolaborasi lintas program studi kembali membuahkan prestasi membanggakan bagi civitas akademika Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Dua mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) sukses menyabet Juara III Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional dalam ajang FTIK Competition 2026 yang digelar oleh UIN Syekh Wasil, Kediri.
Prestasi gemilang ini ditorehkan oleh Ahmad Muqorrobin Alamsyah dari Prodi Tadris Matematika dan Sofiah Afi Hilmi dari Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Perpaduan kompetensi dari dua bidang keilmuan berbeda terbukti ampuh memikat dewan juri di tengah persaingan ketat melawan peserta dari berbagai perguruan tinggi Islam.
”Alhamdulillah, bisa juara. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” ujar mahasiswa yang akrab disapa Robin saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
Inovasi Media Pembelajaran “PECBAG”
Dalam ajang bergengsi tersebut, keduanya mengusung karya tulis ilmiah berjudul “PECBAG: Media Busybook Berbasis Game untuk Literasi Numerasi dan Resiliensi Psikologis Pembelajaran Pecahan SD”.
Gagasan inovatif ini dirancang khusus untuk menghadirkan pengalaman belajar matematika yang interaktif bagi siswa sekolah dasar. Melalui kombinasi media busybook dan konsep permainan (game), materi pecahan yang selama ini kerap dianggap rumit diterjemahkan menjadi metode pembelajaran yang menyenangkan. Selain meningkatkan literasi numerasi, media ini juga dirancang untuk mendukung penguatan resiliensi psikologis siswa.
”Jadi, bentuk pembelajarannya game dengan media itu (pecbag),” jelas Robin.
Tantangan dan Motivasi untuk Berkembang
Di balik keberhasilan tersebut, perjalanan keduanya dalam merampungkan karya tulis tidak tanpa hambatan. Keterbatasan waktu serta kesibukan berorganisasi sempat menjadi tantangan tersendiri dalam membagi fokus dan mengatur intensitas diskusi.
Senada dengan Robin, Sofiah Afi Hilmi—yang biasa dipanggil Afi—mengakui bahwa persiapan yang relatif singkat membuat proses penyusunan sempat terasa kurang maksimal. Kendati demikian, capaian ini justru menjadi batu loncatan dan motivasi besar bagi mereka untuk terus mengasah kemampuan riset serta penulisan ilmiah di masa mendatang.
”Saya akan terus belajar. Sebelumnya saya juga ikut Porsi Jawara II dan masuk final,” pungkas Afi penuh semangat. (Adv)






