Daerah

Pemkot Mojokerto Rampungkan Bantuan Septik bagi 62 Keluarga, Perkuat Sanitasi Layak

×

Pemkot Mojokerto Rampungkan Bantuan Septik bagi 62 Keluarga, Perkuat Sanitasi Layak

Sebarkan artikel ini
program Bantuan Septik Skala Individu (BSSI) Pemkot Mojokerto untuk meningkatkan akses sanitasi layak bagi 62 kepala keluarga di Kecamatan Magersari, Kranggan, dan Prajuritkulon. ( foto: Wibowo)

Mojokerto, Sekilasmedia.com – Pemerintah Kota Mojokerto terus berupaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pemenuhan fasilitas sanitasi yang layak. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menuntaskan program Bantuan Septik Skala Individu (BSSI) bagi 62 kepala keluarga (KK) di tiga kecamatan di wilayah Kota Mojokerto.

Program yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tersebut memberikan bantuan sebesar Rp8 juta kepada setiap keluarga penerima. Bantuan ini ditujukan untuk mendukung pembangunan fasilitas septik yang memenuhi standar kesehatan sekaligus menekan risiko pencemaran lingkungan.

Adapun penerima bantuan tersebar di Kecamatan Magersari, Kranggan, dan Prajuritkulon. Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening masing-masing penerima, dengan pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto agar penggunaannya sesuai dengan ketentuan program.

BACA JUGA :  Pemkab Lamongan Siap Jaga Kamtibmas Selama Bulan Syura 2024

Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto, Endah Supriyani, melalui Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP), Indra Suryadiansyah, menjelaskan bahwa program BSSI merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperluas akses sanitasi sehat bagi masyarakat.

Menurut Indra, pembangunan septik yang sesuai standar tidak hanya mendukung kesehatan penghuni rumah, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kualitas air tanah dan lingkungan sekitar.

“Tujuannya agar masyarakat mendapatkan akses sanitasi yang layak. Septik yang dibangun juga diharapkan tidak mencemari lingkungan maupun air tanah, sehingga memenuhi standar kesehatan,” ujar Indra.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kota Mojokerto juga berupaya menjaga keberlanjutan program tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak keluarga pada tahun-tahun berikutnya.

BACA JUGA :  Kolaborasi Arindo Tingkatan Sentra Ketahanan Pangan Lewat Manfaat Sludge IPAL

“Pemberian bantuan dari Pemkot Mojokerto ini bertahap. Insyaallah setiap tahun ada,” ungkapnya.

Program BSSI diprioritaskan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 dan berdomisili di Kota Mojokerto. Kriteria tersebut digunakan untuk menentukan penerima yang membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan sanitasi rumah tangga.

Bagi masyarakat yang ingin mengajukan bantuan, usulan dapat disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), pemerintah kelurahan, maupun pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD.

Melalui program ini, Pemkot Mojokerto berharap akses masyarakat terhadap sanitasi yang aman dan sehat semakin meningkat. Selain menunjang kualitas hidup keluarga, penyediaan septik yang memenuhi standar diharapkan dapat mengurangi potensi pencemaran air tanah serta menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat. (wo/adv)