Malang,Sekilasmedia.com-Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat. Ia meminta seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Malang tidak sekadar menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi benar-benar hadir memberikan solusi atas kebutuhan warga.
Penegasan tersebut disampaikan Ali saat memimpin apel pagi rutin ASN di halaman depan Balai Kota Malang, Senin (19/10/2026).
Dalam arahannya, Ali mengingatkan bahwa sikap dan cara berkomunikasi aparatur menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas pelayanan. Menurutnya, masyarakat yang datang mengurus kebutuhan administrasi maupun menyampaikan persoalan seharusnya mendapatkan kemudahan, bukan justru menghadapi pelayanan yang menambah beban.
“Di tengah berbagai situasi dan tantangan hari ini, kunci utamanya adalah bagaimana kita lebih mendekatkan diri kepada masyarakat dan membenahi pelayanan. Jangan sampai pelayanan yang kurang maksimal, baik dari sikap maupun perkataan, justru menambah beban masyarakat,” pesannya.
Perhatian khusus diberikan kepada camat dan lurah yang berhadapan langsung dengan persoalan masyarakat di wilayah masing-masing. Ali meminta kedua unsur pemerintahan tersebut lebih peka membaca kondisi lingkungan serta tidak lamban dalam merespons persoalan yang muncul.
“Camat dan lurah harus peka serta tanggap dengan kondisi sekelilingnya. Jika ada permasalahan di wilayah, segera selesaikan dengan cepat,” tegasnya.
Menurut Ali, kecepatan merespons persoalan menjadi salah satu tolok ukur kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Karena itu, aparatur kewilayahan dituntut tidak hanya menunggu laporan, tetapi juga aktif mengidentifikasi persoalan dan mengambil langkah penyelesaian sesuai kewenangannya.
Selain menyoroti pelayanan publik, Ali mengingatkan seluruh perangkat daerah agar memperhatikan efisiensi penggunaan anggaran serta mempersiapkan perencanaan APBD 2027 secara matang. Ia meminta program-program yang telah dijalankan sepanjang 2026 dievaluasi secara menyeluruh agar pelaksanaan anggaran ke depan lebih efektif dan tepat sasaran.
Ali menegaskan, penggunaan anggaran pemerintah harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat. Setiap program perlu dievaluasi berdasarkan dampak yang dihasilkan, bukan semata-mata karena kegiatan tersebut telah terlaksana.
“Puncak keberhasilan kita sebagai ASN adalah bagaimana bisa membagikan rasa puas dan kebahagiaan bagi masyarakat melalui pelayanan yang prima. Setiap rupiah anggaran yang bersumber dari pajak masyarakat harus kembali dan memberikan manfaat sebesar-besarnya untuk warga Kota Malang,” tuturnya.
Mengakhiri arahannya, Wakil Wali Kota yang akrab disapa Sam Ali itu mengajak seluruh ASN menjadikan prinsip mempermudah urusan masyarakat sebagai landasan dalam bekerja.
Ia menekankan, kualitas pemerintahan tidak hanya diukur dari terlaksananya program dan terserapnya anggaran, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pelayanan yang diberikan.
Dengan demikian, peningkatan kualitas pelayanan publik, respons cepat terhadap persoalan warga, serta penggunaan anggaran yang efisien diharapkan menjadi komitmen bersama seluruh jajaran Pemkot Malang dalam mendorong kemajuan Kota Malang.






