Gresik,Sekilasmedia.com– Ratusan peserta dari berbagai daerah mengikuti Refah Competition 2026 yang digelar Pondok Pesantren Refah Islami, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Sabtu (10/10/2026).
Kompetisi tingkat nasional ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah kemampuan Al-Qur’an, memperdalam ilmu agama, dan mengembangkan keterampilan berdakwah.
Kegiatan yang digawangi Pengurus OSIM MA Refah Islami tersebut mengusung tema
“ Menyiapkan Ulama Masa Depan Beradaptasi dengan Zaman, Berinovasi untuk Peradaban”. Peserta berasal dari jenjang SD/MI hingga MTs/MA dengan mengikuti tiga cabang lomba, yakni Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI), dan khitobah.
Khusus cabang MHQ dan khitobah, panitia menyediakan dua skema pelaksanaan, yakni daring (online) dan luring (offline). Skema ini membuka kesempatan bagi peserta dari berbagai daerah untuk berpartisipasi.
Ketiga cabang lomba tersebut dirancang untuk menguji kemampuan hafalan Al-Qur’an, pemahaman terhadap ajaran Islam, serta keterampilan berbicara dan menyampaikan dakwah di hadapan publik.
Mudir Pondok Pesantren Refah Islami, K.H. Farid Dhofir, Lc., M.Si., dalam sambutannya memperkenalkan visi pesantren, yakni “Mencetak Ulama: Hafidh, Alim, Da’i.”
Visi tersebut menjadi landasan pesantren dalam membina generasi yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mendalami ilmu agama dan memiliki kemampuan menyampaikan dakwah kepada masyarakat.
Melalui kompetisi ini, pesantren berupaya memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan keislaman, serta melatih keberanian dan keterampilan berdakwah. Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi penerus ulama yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.
Ketua panitia, Ahmad Fauzan Muttaqien, berharap Refah Competition 2026 dapat memotivasi peserta untuk terus meningkatkan kemampuan, memperdalam ilmu agama, dan mengembangkan keberanian dalam berdakwah.
Menurutnya, keberhasilan kompetisi tidak semata-mata diukur dari perolehan juara, tetapi juga dari pengalaman, kedisiplinan, dan semangat belajar yang diperoleh peserta selama mengikuti kegiatan.
Pembukaan acara turut dimeriahkan lantunan shalawat dari grup banjari santri Refah Islami. Panitia juga menghadirkan bazar santri, stan informasi Penerimaan Santri Baru (PSB), serta photobooth bagi peserta dan pengunjung.
Pondok Pesantren Refah Islami menyampaikan apresiasi kepada seluruh sponsor dan mitra pendukung yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Dukungan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan ajang pendidikan Islam yang memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkompetisi, dan mengembangkan potensi.






