PALEMBANG, Sekilasmedia.com-Di tengah pekatnya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti Sumatera Selatan, solidaritas sektor swasta kembali ditunjukkan oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumatera Selatan. Asosiasi ini menyalurkan bantuan logistik dan kesehatan ke sejumlah posko penanganan dampak asap di Kota Palembang pada Kamis (08/10/2026).
Bantuan tersebut tidak hanya berfokus pada obat-obatan, tetapi juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak dan petugas medis di garis depan. Total bantuan yang disalurkan meliputi ratusan masker, vitamin C, serta puluhan dus mi instan dan air mineral.
Sinergi Swasta dan Pemerintah di Empat Titik Strategis.
Penyerahan bantuan dilakukan secara serentak di empat lokasi strategis yang menjadi pusat pelayanan kesehatan darurat, yakni Posko Kesehatan Sematang Borang (Semabor), Posko Kesehatan Monpera, Posko Pelayanan Jakabaring, dan Posko Pelayanan Kertapati.
Ketua GAPKI Cabang Sumatera Selatan, Alex Sugiarto, melalui Bendahara GAPKI Sumsel, Dewi, menyatakan bahwa langkah ini merupakan wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk meringankan beban pemerintah dalam menangani krisis kesehatan akibat polusi udara.
“Sebagai asosiasi pengusaha kelapa sawit di Sumsel, kami hadir untuk berkontribusi mendukung penanganan kesehatan akibat dampak asap karhutla. Kami berharap bantuan berupa alat pelindung diri (APD) dan suplemen kesehatan ini dapat segera dimanfaatkan oleh warga rentan, serta membantu stamina petugas posko,” ujar Dewi saat penyerahan bantuan.
Distribusi Bantuan Per Lokasi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, distribusi bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing posko:
1.Posko Kesehatan Jakabaring.
Dr. Ira Primadesa Ogahtriyah, S.Si, M.Kes, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel sekaligus Koordinator Posko Jakabaring, menerima bantuan berupa 10 dus air mineral, 10 dus mi instan, 50 kotak masker, dan 50 kotak vitamin. Bantuan ini diserahkan langsung kepada masyarakat yang datang memeriksakan diri.
Kami memberikan bantuan ini langsung kepada masyarakat yang membutuhkan, papar Dr. Ira.
2.Posko Kesehatan Sematang Borang (Semabor.
Dr. Widya Anggraini, MARS, Koordinator Posko Kesehatan Semabor yang berlokasi di Kantor Camat Sematang Borang, menerima dukungan serupa. Posko ini berkolaborasi dengan RSUD Ernaldi Bahar dalam pelaksanaannya.
Dengan pelayanan ini, kita membantu masyarakat, tegas Dr. Widya.
“Ia menambahkan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel menyampaikan apresiasi tinggi kepada Dinas Perkebunan (Disbun) Prov Sumsel dan GAPKI Sumsel atas kepedulian dunia usaha dalam memperkuat respons kesehatan di lapangan.
3.Posko Kesehatan Monpera.
Koordinator Posko Monpera, Deddy, menyambut baik inisiatif GAPKI. Posko yang didukung oleh RS Mata Binar ini mencatat lonjakan kunjungan pasien. Hingga berita ini diturunkan, sekitar 48 pasien telah dilayani, dengan mayoritas merupakan pekerja lapangan dan pedagang yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
“Kami dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengucapkan terima kasih sebanyak -banyaknya kepada GAPKI Sumsel. Bantuan ini sangat bermanfaat,”ungkap Deddy.
Layanan Gratis 24 Jam dan Imbauan Kesehatan.
“Menanggapi situasi darurat asap, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Surat Edaran Gubernur Nomor 440/6743/DISKES/2026 telah mengaktifkan respons cepat. Selain Posko Monpera yang beroperasi pukul 08.00–16.00 WIB, Pemkot Palembang telah mendirikan 18 titik posko lain yang beroperasi 24 jam. Layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis juga tersedia di seluruh Puskesmas di Kota Palembang serta wilayah sekitarnya seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
Masyarakat dihimbau untuk membawa KTP saja untuk mendapatkan layanan gratis tersebut.
Dr. Ira Primadesa juga mengingatkan masyarakat untuk proaktif mencegah penambahan titik api dan meminimalisir risiko kesehatan dengan protokol berikut:
1. Wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah.
2. Memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga hidrasi.
3. Mengonsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
4. Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami sesak napas, batuk, atau iritasi mata.
“Dengan kolaborasi kuat antara sektor swasta seperti GAPKI Sumsel dan respons cepat pemerintah, diharapkan dampak kesehatan akibat karhutla dapat ditekan seminimal mungkin hingga kualitas udara kembali membaik. (Lin)






