Daerah

Ulama Perempuan Dorong Penguatan Hak Lansia dan Disabilitas Jelang KUPI III di UIN KHAS Jember

×

Ulama Perempuan Dorong Penguatan Hak Lansia dan Disabilitas Jelang KUPI III di UIN KHAS Jember

Sebarkan artikel ini
Ulama Perempuan Dorong Penguatan Hak Lansia dan Disabilitas Jelang KUPI III di UIN KHAS Jember. (Foto ist)

Jember,Sekilasmedia.com-Pusat Pendidikan dan Informasi Islam dan Hak-Hak Perempuan Rahima menggelar Halaqah Komunitas di Aula Lantai II Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember, Selasa (20/10). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian persiapan menjelang Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) III.

​Mengusung tema “Meneguhkan Gerakan Ulama Perempuan yang Berdaulat dan Membumi”, forum ini fokus membahas penguatan peran ulama perempuan dalam memperjuangkan hak-hak kelompok rentan, khususnya lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
​Wakil Rektor I UIN KHAS Jember, Prof. Dr. M. Khusna Amal, S.Ag., M.Si., saat membuka kegiatan tersebut menekankan pentingnya kontribusi perempuan dalam menciptakan kedamaian, mengembangkan keilmuan, serta membangun peradaban yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.
​”Perempuan memiliki peran penting dalam menghadirkan suasana damai dan membangun hubungan sosial yang harmonis, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas keilmuan,” ujar Khusna Amal. Ia juga menambahkan pentingnya semangat saling asah dan saling asuh sebagai landasan untuk memperkuat kepedulian di tengah masyarakat.
​Hadir pula dalam kesempatan tersebut Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember, Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., serta Wakil Dekan II Fakultas Dakwah, Dr. Achmad Fathor Rosyid, S.Sos., M.Si. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan organisasi kemasyarakatan, komunitas Gerakan Perempuan Peduli, serta kalangan akademisi perguruan tinggi.
​Dalam diskusi yang berlangsung, persoalan lansia dan penyandang disabilitas ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama. Peserta halaqah sepakat bahwa pemenuhan hak kedua kelompok tersebut tidak sebatas pada pemberian bantuan sosial, melainkan mencakup upaya penghapusan stigma, penghilangan hambatan aksesibilitas, serta jaminan keterlibatan penuh dalam kehidupan bermasyarakat.
​Melalui forum ini, gerakan ulama perempuan didorong untuk terus mengembangkan pemahaman keagamaan yang berpihak pada keadilan, kesetaraan, dan penghormatan martabat manusia. Nilai-nilai keislaman tersebut diwujudkan secara nyata melalui langkah pendampingan, advokasi, dan penguatan kepedulian sosial.
​Menjelang pelaksanaan KUPI III, halaqah komunitas ini diharapkan mampu menjadi momentum awal untuk memperkuat solidaritas, memperluas jejaring kerja sama lintas sektor, serta membangun gerakan perempuan yang semakin responsif terhadap persoalan nyata di tengah masyarakat.

BACA JUGA :  Polisi Amankan Pria Asal Gading Diduga Membakar Mobil Warga Pakuniran Probolinggo