Daerah

21 Tahun KHYI Malang: Perkuat Integritas, Teguhkan Komitmen Menjunjung Keadilan dan Mengawal Kebenaran

×

21 Tahun KHYI Malang: Perkuat Integritas, Teguhkan Komitmen Menjunjung Keadilan dan Mengawal Kebenaran

Sebarkan artikel ini
logo resmi Anniversary ke-21 KHYI Malang (foto Basuki).

Malang,Sekilasmedia.com-Dua puluh satu tahun bukan sekadar perjalanan waktu bagi Kantor Hukum Yustitia Indonesia (KHYI) Malang. Lebih dari dua dekade berkecimpung dalam dunia hukum menjadi perjalanan panjang yang sarat pengalaman, pengabdian, sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga tegaknya keadilan.

Memasuki usia ke-21 tahun, KHYI menandai perjalanan tersebut dengan meluncurkan logo resmi Anniversary ke-21, Minggu (1/11/2026). Peluncuran identitas baru ini bukan sekadar seremoni pergantian simbol visual, melainkan refleksi perjalanan organisasi sekaligus penegasan komitmen untuk terus memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan mengawal kebenaran.

Bagi KHYI, usia 21 tahun menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilalui, sekaligus memperkuat langkah menghadapi tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks.

Logo Anniversary ke-21 tersebut merepresentasikan kesinambungan antara pengalaman masa lalu, pengabdian saat ini, dan harapan masa depan. Di dalamnya terkandung pesan tentang keteguhan prinsip, keberanian moral, integritas, serta konsistensi dalam menjalankan profesi hukum.

Presiden Direktur Kantor Hukum Yustitia Indonesia, KRA. Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., menegaskan bahwa bertambahnya usia organisasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pengabdian dan profesionalitas.

Menurutnya, perjalanan selama 21 tahun bukan semata-mata tentang eksistensi sebuah lembaga, melainkan amanah untuk menjaga kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata dan tanggung jawab dalam bidang hukum.

“Bagi kami, 21 tahun perjalanan KHYI bukan hanya tentang usia, tetapi tentang kepercayaan, tanggung jawab, dan pengabdian. Logo Anniversary ini menjadi simbol semangat kami untuk terus berbenah, memperkuat profesionalitas, serta menjaga integritas dalam setiap langkah perjuangan di bidang hukum,” tegas Dwi Indrotito.

BACA JUGA :  Danramil 0814/06 Ploso Bersama Babinsa Sertu Daim,Menghadiri Sosialisasi Penanganan Sampah

Ia berpandangan, dinamika kehidupan masyarakat dan perkembangan zaman menuntut organisasi yang bergerak di bidang hukum untuk terus beradaptasi. Pemahaman terhadap regulasi saja tidak cukup. Diperlukan peningkatan kompetensi, kemampuan membaca persoalan sosial, serta keberanian mempertahankan prinsip-prinsip hukum dan etika profesi.

Karena itu, KHYI berupaya memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta mengembangkan pelayanan dan pendampingan hukum yang semakin profesional.

“Kami ingin KHYI tidak hanya dikenal karena perjalanan panjangnya, tetapi juga karena kualitas pengabdiannya. Ke depan, kami akan terus mendorong pengembangan organisasi yang lebih profesional, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan hukum, kepercayaan publik menjadi salah satu modal utama bagi lembaga yang menjalankan fungsi pelayanan dan pendampingan hukum.

Dwi Indrotito menilai, kepercayaan tersebut tidak bisa dibangun hanya melalui nama besar, usia organisasi, ataupun slogan. Kepercayaan harus dibuktikan melalui sikap profesional, konsistensi dalam bekerja, serta keberpihakan terhadap prinsip keadilan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat.

“Harapan saya, KHYI ke depan menjadi organisasi yang semakin kuat, solid, dan dipercaya masyarakat. Kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan pernah kehilangan jati diri. Integritas harus tetap menjadi fondasi, profesionalitas menjadi cara kerja, dan keadilan tetap menjadi tujuan perjuangan,” ungkapnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kemajuan organisasi hukum harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral. Sebab, dalam praktiknya, penegakan hukum tidak hanya membutuhkan kecakapan memahami aturan, tetapi juga kejujuran, keberanian, dan komitmen untuk menghormati prinsip persamaan di hadapan hukum.

BACA JUGA :  Cegah Stunting di Kota Probolinggo, TP PKK Jatim Gencarkan Kampanye Gemarikan

KHYI juga berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan pemangku kepentingan, sepanjang sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Langkah ini diharapkan mampu memperluas kontribusi organisasi, tidak hanya dalam pendampingan hukum, tetapi juga dalam membangun kesadaran dan pemahaman hukum di tengah masyarakat.

Peringatan Anniversary ke-21 juga menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dan persaudaraan seluruh keluarga besar KHYI. Pengalaman panjang yang telah dilalui diharapkan menjadi bekal untuk membangun organisasi yang lebih tangguh, terbuka terhadap perubahan, dan tetap konsisten menjaga kehormatan profesi.

Bagi Dwi Indrotito, identitas baru melalui logo Anniversary ke-21 harus dimaknai lebih jauh daripada sekadar kebanggaan terhadap perjalanan organisasi. Logo tersebut harus menjadi pengingat bahwa setiap langkah ke depan membawa tanggung jawab untuk mempertahankan integritas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Perjalanan masih panjang. Mari kita melangkah bersama, menjaga kehormatan profesi, memperkuat persaudaraan, dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Sebab bagi KHYI, menjunjung keadilan dan mengawal kebenaran bukan sekadar slogan, melainkan komitmen yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” tandasnya.

Dua puluh satu tahun perjalanan KHYI Malang menjadi pijakan untuk terus memperkuat peran dalam kehidupan hukum dan kemasyarakatan. Tantangan ke depan tentu tidak semakin ringan. Namun, dengan integritas sebagai landasan dan profesionalitas sebagai pedoman, KHYI menegaskan tekad untuk terus melanjutkan pengabdian.

Sebab, pada akhirnya, kehormatan sebuah lembaga hukum tidak semata-mata diukur dari panjangnya usia, melainkan dari sejauh mana nilai keadilan, kebenaran, dan kepercayaan masyarakat benar-benar diperjuangkan.

Penulis: BasukiEditor: Kayla