Palembang,Sekilasmedia.com-Di tengah dominasi tren kuliner modern dan kekinian, aroma nostalgia masa lalu kembali menyapa lidah masyarakat Kota Palembang. Hal ini tersaji dalam gelaran Festival Jajanan Bingen 2026 yang berlangsung di Little Star, OPI Mall, Sabtu (31/10/2026).
Digelar oleh Sriwijaya Post dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-39, festival ini tidak hanya menjadi ajang pamer kuliner, tetapi juga menjadi momentum strategis bagi para tokoh perempuan Sumatera Selatan untuk mengajak Generasi Z (Gen-Z) mencintai warisan budaya lokal.
Acara yang berlangsung selama dua hari, 31 Oktober hingga 1 November 2026, ini dihadiri langsung oleh dua tokoh perempuan penting, yakni Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru, dan Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, menegaskan pentingnya regenerasi pecinta kuliner tradisional. Menurut dia, jajanan bingen. memiliki cita rasa yang tidak kalah bersaing dengan makanan modern saat ini.
“Ini sangat baik sekali untuk memperkenalkan jajanan bingen supaya anak-anak sekarang mengetahui dan menyukai makanan tradisional. Jadi, mereka bisa mengenal, menikmati, dan menyukai makanan tradisional yang rasanya tidak kalah menarik dengan jajanan zaman sekarang,” ujar Dewi di sela-sela acara.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Palembang turut ambil bagian dengan memboyong berbagai kudapan legendaris khas daerah. Dewi merinci sejumlah jajanan yang dihadirkan, di antaranya gulo palu kipau kumbu. serikayahingga gunjing.
Dewi juga menyoroti gulo palu sebagai salah satu primadona festival. Ia menilai proses pembuatan permen tradisional ini, mulai dari adonan lembut hingga mengeras, membutuhkan ketelatenan tinggi yang secara tidak langsung melatih nilai kesabaran.
Senada dengan Dewi, Ketua TP PKK Sumsel, Febrita Lustia Herman Deru, mengaku larut dalam nostalgia saat mencicipi gulo palu. Bagi Feby, kudapan manis tersebut menyimpan memori masa kecil yang kuat.
“Makanan seperti gulo palu ini mengingatkan kita pada zaman dahulu. Waktu masih muda atau anak-anak, kita sering membuat gulo palu. Prosesnya menarik, memutar, dan menguleni menggunakan stik bambu atau jemari tangan adalah sebuah seni tersendiri yang menguji kesabaran sampai gulanya menjadi keras,” kenang Feby.
Lebih lanjut, Feby mengapresiasi kolaborasi dan keberagaman kuliner dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel yang meramaikan festival ini. Ia menitipkan pesan penting agar generasi muda tidak tergerus oleh arus globalisasi makanan.
“Anak-anak sekarang harus tahu makanan daerah. Jangan hanya akrab dengan makanan kekinian, tetapi juga harus mengetahui dan bangga dengan apa saja makanan khas daerah kita,” pungkas Feby.
Masyarakat Palembang dan sekitarnya diundang untuk datang langsung ke Little Star OPI Mall guna menikmati ragam kuliner tempo dulu dan bernostalgia bersama keluarga.






