POLISIKU

Kapolres Mojokerto Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi 2026

×

Kapolres Mojokerto Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi 2026

Sebarkan artikel ini
Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa memimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Bencana Hidrometeorologi 2026 di Lapangan Mapolres Mojokerto. (Foto:Wibowo)

Mojokerto,Sekilasmedia.com-Polres Mojokerto bersama jajaran Forkopimda dan stakeholder terkait menggelar Apel Gelar Pasukan dalam rangka antisipasi menghadapi bencana alam menjelang musim penghujan (hidrometeorologi) tahun 2026, yang bertempat di Lapangan Mapolres Mojokerto, Rabu (04/11/2026).

Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., dan dihadiri oleh Wakil Bupati Mojokerto dr. Muhammad Rizal Octavian, Pejabat Utama Polres Mojokerto dan Kapolsek jajaran.

Hadir pula Wakil Ketua DPRD H. Arif Winarko, perwakilan Dandim 0815/Mojokerto, perwakilan Kejari Kabupaten Mojokerto, Kasatpol PP, Kepala BPBD, Kadinkes, Kadinsos, Kepala DPRKP2, Administratur Perhutani KPH Pasuruan, dan relawan PMI Kabupaten Mojokerto. Dalam apel ini, dilakukan pengecekan kelayakan sarana prasarana evakuasi, kendaraan dinas, perahu karet, dan perlengkapan penanggulangan bencana.

Mengawali amanatnya, Kapolres Mojokerto menyampaikan data yang menjadi atensi serius. Sepanjang tahun 2026, tercatat 672 kejadian bencana alam di Jatim, mengakibatkan 28 orang meninggal dunia, 55 orang luka-luka, serta kerugian material mencapai Rp7,552 miliar.

“Data ini harus menjadi alarm bagi kita semua. 672 kejadian, 28 meninggal dunia, kerugian Rp7,5 miliar. Kita tidak boleh menganggap enteng bencana. Satu nyawa pun sangat berharga bagi kita,” tegasnya.

Kapolres Mojokerto juga menyinggung prediksi BMKG bahwa musim hujan 2026-2027 akan datang lebih lambat, namun disertai potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah termasuk Jatim. Hal ini diperkuat dengan kondisi wilayah hukum Polres Mojokerto yang sudah memasuki masa pancaroba sejak akhir Oktober 2026, ditandai hujan ringan hingga hujan petir.

BACA JUGA :  Polres Balai Beraksi, Jaga Keamanan Laut dari Kejahatan

“BMKG sudah memprediksi musim hujan datang lebih lambat tapi potensi cuaca ekstrem meningkat. Kita sudah masuk pancaroba. Ini momentumnya kita siapkan semuanya, jangan sampai kita underestimate,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kapolres Mojokerto menekankan bahwa negara harus hadir di tengah masyarakat saat bencana terjadi. Sebagai representasi negara, Polri bersama TNI dan Pemerintah Daerah wajib mampu menanggulangi dan meminimalisir dampak bencana.

“Negara harus hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. Kita sebagai representasi negara harus mampu menanggulangi dan meminimalisir dampak yang diakibatkan bencana. Kita semua tidak ingin ada yang menjadi korban,” ungkapnya.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh unsur untuk bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Menurutnya, tidak ada instansi yang bisa bekerja sendiri dalam menghadapi bencana.

“Kita harus bekerja sama untuk hadir di tengah-tengah masyarakat, bersinergi, dan berkolaborasi demi menjalankan tugas kemanusiaan ini. Tanggung jawab ini hanya bisa terwujud apabila kita mempersiapkan segala sesuatu secara maksimal,” imbuhnya.

Kapolres Mojokerto menegaskan pelaksanaan apel pagi ini merupakan momentum untuk memastikan kesiapan nyata seluruh personel, sarana dan prasarana, peralatan, serta mekanisme koordinasi antar instansi, sehingga pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.

BACA JUGA :  PPKM Mikro Diperpanjang, Petugas Perketat Prokes Tekan Penyebaran COVID-19

“Saya perintahkan kepada seluruh jajaran agar melaksanakan pemetaan wilayah rawan bencana bersama stakeholder, memperkuat koordinasi dan jalur komunikasi serta membentuk posko kesiapsiagaan, sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat,” perintahnya.

Ia juga memerintahkan agar seluruh personel dipastikan dalam kondisi prima dan dilengkapi alat pelindung diri (APD). Menurutnya, keselamatan petugas sama pentingnya dengan keselamatan masyarakat yang dilindungi.

“Pastikan seluruh personel dalam kondisi prima serta dilengkapi APD, karena keselamatan petugas sama pentingnya dengan keselamatan masyarakat yang dilindungi. Jangan sampai kita menolong tapi kita justru menjadi korban,” pesannya.

Secara khusus, Kapolres Mojokerto meminta jajaran mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti angin kencang, petir, banjir, dan tanah longsor, khususnya di wilayah dataran tinggi seperti Pacet, Trawas, dan Gondang yang rawan longsor.

Menutup amanatnya, Kapolres Mojokerto mengingatkan pentingnya tanggung jawab, keikhlasan, dan profesionalisme seluruh personel dalam menjalankan tugas kemanusiaan serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto.

“Jalankan tugas ini dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, dan profesionalisme. Kita hadir untuk melindungi masyarakat Mojokerto. Semoga Tuhan melindungi setiap langkah pengabdian kita,” pungkasnya.

Apel gelar pasukan serentak ini diharapkan mampu meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian materiil, serta memperkuat kesiapsiagaan Kabupaten Mojokerto menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di musim penghujan mendatang.