Bangli,Sekilasmedia.com-Sejumlah petani dari Subak Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, angkat bicara soal proyek rehabilitasi jaringan irigasi yang disorot publik.
Kelian Subak Tampuagan 1 Tempek Puluai, Ketut Sirka, Selasa (3/11) menegaskan, sorotan publik mengenai proyek tersebut semua tidak benar. Pihaknya telah melihat secara langsung bahwa proyek telah berhasil dan air mengalir, mengairi sawah dengan lancar.
“Tidak ada masalah, tidak ada petani ngeluh. Dulu belum ada inpres kami sampai tidak tidur cari air, sekarang dapat tidur di rumah. Petani sangat menerima manfaat proyek ini,” tegasnya.
Menurut Sirka, dengan difungsikannya proyek saluran ini yang semula hanya dapat mengairi sawah seluas 20 hektar, kini sudah mencapai 40 hektar. Bahkan para petani dari empat Subak Tampuagan, sudah merasakan bantuan proyek dari pusat inpres tersebut.
“Dulu dalam dua tahun panen hanya satu kali giliran, namun sekarang satu tahun bisa dapat satu kali. Air sudah mengalir lancar, bahkan panen pada bulan September kemarin dan pada November ini akan kembali nanam padi,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Kelian Subak Tampuagan Tempek Payuh, I Nyoman Mandiaka, dimana para petani semua berharap proyek inpres ini bisa berkelanjutan agar produksi panen meningkat. Jumlah petani di empat Subak mencapai 200 orang.
“Kita sudah bersyukur dapat proyek semoga ini berkelanjutan. Sebagai petani dan masyarakat kecil merasa puas karena dulu airnya kecil sekarang besar sejak dapat proyek inpres,” ujar Mandiaka didampingi Kelian Subak Tabunan Made Suweca dan Kelian Subak Candi Sang Nyoman Giri Jaya.
Sementara itu, Bidang Teknik Irigasi, Dinas PUPR Perkim Kabupaten Bangli, Ida Bagus Nyoman Adnyana, menambahkan, bahwa proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Subak Tampuagan yang dikerjakan tahun anggaran 2025, dengan panjang kurang lebih 600 meter dan tersebar dibeberapa titik ini telah membawa dampak positif bagi petani setempat.
“Proyek di Subak Tampuagan ini telah memberikan manfaat bagi para petani. Diharapkan nantinya para petani bisa panen setahun dua kali,” tandasnya.
Kegiatan proyek inpres tersebut merupakan bagian dari proyek Rehabilitasi Jaringan Utama Daerah Irigasi Kewenangan Pemerintah Daerah Wilayah Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida Paket 1 Tahun Anggaran 2025, dengan nilai kontrak sekitar Rp134 miliar, yang dilaksanakan PT Hutama Karya (Persero).
Proyek ini mencakup tujuh kabupaten di Provinsi Bali, yakni Klungkung, Gianyar, Bangli, Badung, Tabanan, Buleleng, dan Jembrana, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keandalan infrastruktur pengairan serta mendukung ketahanan pangan.
Khusus di Kabupaten Bangli, rehabilitasi dilaksanakan pada sembilan lokasi, meliputi Subak Manuk, Tampuagan, Aya, Pembungan, Bangbanglet, Uma Selat, Tembuku, Bekutel, dan Apuan, dengan total panjang penanganan yang dilaporkan mencapai 7.635 meter.






