Daerah

Tugu Tirta Rawat 13 Titik SPAM, Siapkan Tangki Air Gratis untuk Pelanggan Terdampak

×

Tugu Tirta Rawat 13 Titik SPAM, Siapkan Tangki Air Gratis untuk Pelanggan Terdampak

Sebarkan artikel ini
Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang melakukan pemeliharaan dan penggantian pompa secara bertahap di 13 titik SPAM (foto Basuki).

 

Malang, sekilasmedia.com – Menjaga agar air tetap mengalir ke rumah-rumah pelanggan bukan sekadar persoalan memperbaiki kerusakan ketika terjadi gangguan. Dibutuhkan pemeliharaan berkala, peremajaan peralatan, serta kesiapan pelayanan agar distribusi air bersih tetap terjaga dalam jangka panjang.

Atas dasar itu, Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang melakukan pemeliharaan dan penggantian pompa secara bertahap di 13 titik Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Program ini menjadi langkah preventif untuk menjaga keandalan infrastruktur, sekaligus mengantisipasi kerusakan pompa yang sebagian telah berusia lebih dari 10 tahun.

Pengerjaan perdana dijadwalkan berlangsung di Sumur Tidar 1, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kamis (5/11/2026) mulai pukul 16.00 WIB hingga Jumat (6/11/2026).

Direktur Utama Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang, Priyo Sudibyo, S.E., S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pemeliharaan tersebut merupakan investasi penting untuk memastikan pelayanan air minum tetap andal dan berkelanjutan.

Menurutnya, perusahaan memilih melakukan perawatan secara terencana daripada menunggu kerusakan terjadi secara mendadak yang berpotensi mengakibatkan gangguan distribusi lebih luas dan sulit diprediksi.

“Kami memilih melakukan maintenance preventif sebelum terjadi kerusakan. Dengan jadwal yang terencana, masyarakat memiliki waktu untuk mempersiapkan kebutuhan airnya. Kami juga menyiapkan berbagai langkah pendampingan agar dampak pekerjaan dapat diminimalkan. Prinsip kami, pantang pulang sebelum pelanggan tenang,” ujarnya.

Tugu Tirta menjelaskan, setiap titik SPAM membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 29 jam. Prosesnya meliputi pengangkatan pompa lama, stabilisasi sumur, pemeriksaan konstruksi lubang sumur atau borehole, pemasangan pompa baru, hingga pengujian operasional.

Namun, selesainya pemasangan dan pengoperasian pompa tidak serta-merta membuat aliran air langsung kembali normal ke seluruh rumah pelanggan.

Jaringan distribusi yang sempat kosong harus melalui proses pengisian ulang atau flushing untuk mengeluarkan udara yang terjebak di dalam pipa. Petugas juga melakukan pengeluaran udara melalui sejumlah titik jaringan dengan bantuan perangkat air release valve.

BACA JUGA :  Serah terima Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Sumsel dari Ny. Diana Rudi Setiawan ke Ny. Monica M. Zulkarnain

Proses pengisian jaringan hingga menjangkau wilayah terujung diperkirakan membutuhkan waktu sedikitnya lima jam. Kondisi ini menyebabkan pelanggan yang berada di wilayah lebih jauh atau memiliki elevasi lebih tinggi berpotensi menerima aliran air normal lebih lambat.

Khusus pengerjaan Sumur Tidar 1, pompa ditargetkan kembali beroperasi pada Jumat (6/11/2026) pukul 15.00 WIB. Sementara normalisasi jaringan ditargetkan selesai sekitar pukul 21.00 WIB.

Menyadari pekerjaan pemeliharaan berpotensi mengganggu aktivitas pelanggan, Tugu Tirta menyiapkan sejumlah langkah mitigasi agar kebutuhan air masyarakat tetap mendapatkan perhatian.

Sedikitnya lima strategi disiapkan dengan mengusung semangat pelayanan “Pantang Pulang Sebelum Pelanggan Tenang”.

Pertama, melalui program Sapa Warga, petugas melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat dan wilayah kelurahan terdampak agar pelanggan mengetahui jadwal pekerjaan serta dapat mempersiapkan kebutuhan air lebih awal.

Kedua, membangun grup komunikasi bersama para Ketua RW untuk mempercepat penyampaian informasi dan perkembangan pekerjaan hingga ke lingkungan masyarakat.

Ketiga, melakukan rekayasa jaringan dengan mengoptimalkan distribusi dari sumber air lainnya guna mengurangi cakupan wilayah yang terdampak.
Keempat, memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal yang telah diinformasikan kepada pelanggan.

Kelima, menyiagakan armada tangki air gratis di kelurahan maupun sejumlah titik strategis untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat selama proses pemeliharaan berlangsung.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan agar pekerjaan peremajaan infrastruktur tidak sepenuhnya membebani pelanggan, terutama mereka yang membutuhkan ketersediaan air untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Untuk mengantisipasi gangguan distribusi, Tugu Tirta mengimbau pelanggan di wilayah terdampak agar menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai, terutama sebelum pukul 16.00 WIB pada Kamis (5/11/2026).

BACA JUGA :  Polres Pasuruan Tangkap Kurir Sabu di Gempol, Amankan 161 Gram Sabu dan Ekstasi

Apabila persediaan air habis selama proses pengerjaan, pelanggan dapat menghubungi layanan tangki air gratis melalui WhatsApp 0811-3550-800. Estimasi pengiriman sekitar satu jam, dengan mempertimbangkan antrean permintaan dan kondisi distribusi.

Sementara untuk pengaduan maupun informasi pelayanan, pelanggan dapat menghubungi WhatsApp TANIA (Tugu Tirta Asisten Informasi dan Aduan) di nomor 0811-7550-800.

Informasi perkembangan pekerjaan juga dapat dipantau melalui aplikasi Tugu Tirta Connect (TTC) yang tersedia di Google Play serta akun Instagram resmi @perumdatugutirta.

Adapun wilayah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan hingga terhentinya aliran air akibat pekerjaan Sumur Tidar 1 meliputi Candi, Ranakah, Bukit Tanggul, Kwoka, Telaga Bodas, Puncak Trikora, Puncak Himawan, Esberg, Puncak Esberg, Puncak Tidar, Terminal, Gunung Agung, Salahutu, Gamalama, Kalingkang, Latimojong, Sihabu-habu, Malenggang, Sekicau, Juwet Barat, Puncak Mandala, Kendang, Ratah Tiga, Lokon, Raya Tidar, Tidar, Tinombala, Kaluta, Meratus, Tambora, Kalbat, Jaya Giri, Kinabalu, Lompo Batang, Malino, Mandala Wangi, Taman Agung, Soputan, Bukit Barisan, Dieng, Sanggabuana, Burangrang, Gading, Halimun, Arak-arak, Galunggung, Pisang Candi, Rajabasa, Singgalang, Sibayak, Sinabung, Leuser, Klampok Kasri, Bondowoso, dan Kasri.

Tugu Tirta menyampaikan permohonan maaf atas kemungkinan ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan selama proses pemeliharaan berlangsung. Dukungan dan pengertian masyarakat diharapkan dapat membantu kelancaran pekerjaan tersebut.

Pada akhirnya, pemeliharaan 13 titik SPAM ini bukan semata-mata pekerjaan teknis mengganti pompa atau merawat sumur. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Malang.

Sebab, pelayanan air yang baik bukan hanya tentang memastikan keran tetap mengalir hari ini, melainkan juga menjamin ketersediaannya untuk kebutuhan masyarakat pada masa mendatang.

Penulis : S Basuki