
Bangkalan,Sekilasmedia.com-Untuk menekan laju penyebaran Civid-19 yang saat ini meningkat terutama di Kabupaten Bangkalan, Forkopimda Jatim melakukan skenario pengendalian Covid-19 melalui pengetatan PPKM Mikro berupa penyekatan akses keluar masuk Surabaya-Bangkalan.
Kapenhumas Satgas Penanganan Covid Bangkalan Kolonel Arm Imam Haryadi, Rabu (9/6/21) mengatakan, “Penyekatan dilaksanakan secara terpadu di 2 titik keluar masuk Kabupaten Bangkalan. Hasil dari penyekatan dan tracing di pelabuhan kamal didapat 2 orang positif reaktif.”
Sedangkan penyekatan sisi Suramadu, lanjut Imam menyebutkan sebanyak 5 orang positif reaktif. “Cara ini dirasa sangat efektif dalam menekan laju penyebaran Covid-19,” terangnya.
Sementara itu, untuk kapasitas RSUD Bangkalan dan rumah sakit rujukan pasien Covid-19 masih terbilang aman. Namun, sebagai langkah antisipasi lonjakan kasus yang mungkin terjadi, telah disiapkan 6 RS rujukan, yaitu RS dr. Soetomo, RS Universitas Airlangga, RS Haji Surabaya, RS Al Irsyad, RS Adi Husada Undaan dan RS PHC Perak. Selain itu disiapkan juga RS Brawijaya.
“Masyarakat yang reaktif rapid antigen, sambil menunggu hasil swab PCR telah disiapkan 3 lokasi penampungan, yaitu BPWS kapasitas dengan 70 orang, Balai Latihan Kerja kapasitas 50 orang dan Balai Diklat kapasitas 74 orang. Bagi pasien tanpa gejala dan gejala ringan disiapkan di RS Lapangan Indrapura dan RS Badan Diklat Bangkalan. Semua sudah diatur sedemikian rupa,” urainya.
Untuk lebih mengefektifkan penanganan kasus Bangkalan, Forkopimda Jatim akan terus melakukan deteksi dini, screening, dan tracing secara masif, Swab PCR dengan target 500 PCR perhari dan mobile vaksinasi sinovac serta terus melaksanakan pengetatan PPKM Mikro di desa Arosbaya dan Klampis.





