
.
GARUT, sekilasmedia.com- Biasanya jika suatu pondok pesantren akan dikunjungi oleh ulama atau kyai yang dianggap sepuh misalnya, tentu dengan segala keterbatasan waktu persiapan sekalipun misal maka akan mengiyakan dan segera menyiapkan segala sesuatunya. Namun bagaimana jika justru Sang Kyai yang dianggap sepuh itu justru ditolak?
Menurut Sonny Pudjisasono salah satu petinggi Partai Berkarya pimpinan Tommy Soeharto, dirinya mencoba bijak, dimana hal tersebut tentu memerlukan pencermatan dan juga saling bijak. Menurutnya bisa saja sebelumnya sudah ada sinyal tidak memungkinkan, namun pihak Sang Kyai tetap ingin datang? Menurut Sonny Pudjisasono yang juga caleg nomer 1 DPR RI Partai Berkarya untuk Dapil Jatim 5 Malang Raya ini diperlukan komunikasi yang cantik dan saling menghargai.
“Meskipun misalnya yang akan datang dianggap sebagai salah satu kyai sepuh di Indonesia, namun tetap harus dilihat konteksnya bahwa berkaitan dengan politik. Apalagi ini tahun politik menjelang Pileg dan Pilpres 17 April 2019, diperlukan segenap pihak saling bijak. Dan jangan memaksakan diri, bisa blunder,” ungkap Sonny Pudjisasono menanggapi soal segenap jajaran Pondok Pesantren Darussalam Garut, Jawa Barat, yang menolak kunjungan Calon Wakil Presiden RI KH.Maruf Amin.
Surat sebagai balasan atas permintaan kunjungan Maruf Amin tersebut ditolak dengan surat yang ditanda-tangani Pimpinan Ponpes Darussalam Wanaraja Garut KH.Abdul Halim Musaddad bertanggal kemarin 29 November 2018.
Inti isi surat tersebut ada dua. Yang pertama secara prinsip Pimpinan dan Keluarga Besar Ponpes tersebut menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas niat baik PCNU Kabupaten Garut yang bagi mereka menjadi suatu kehormatan.
Inti yang kedua, namun berdasarkan hasil musyawarah internal tidak bisa menerima kunjungan tersebut (kunjungan Maruf Amin, red.) karena ada acara lain yang telah direncanakan sebelumnya yaitu menghadiri acara REUNI 212 di Jakarta. Pendapat Anda? Sms atau WA kesini= 081216271926. (Siswahyu).


