Peristiwa

Siswi SMP di Gianyar Ambruk Usai Divaksin

×

Siswi SMP di Gianyar Ambruk Usai Divaksin

Sebarkan artikel ini
Siswi yang pingsan usai Vaksin

Gianyar,Sekilasmedia.com
Seorang pelajar siswi SMPN 1 Sukawati berinisial KAF (13) mendadak jatuh ambruk usai disuntik vaksin merk Sinovak oleh tim medis yang diselenggarakan di lingkungan sekolah, Senin (5/7/2021).

Peristiwa mencekam itu sempat membuat kecemasan peserta didik yang mengikuti vaksin C-19. Informasinya, bila siswi yang jatuh pingsan sudah langsung mendapat penanganan dari petugas medis yang bertugas.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Sadra, membenarkan dan mengatakan, sebelum divaksin, hasil screening siswi tersebut sangat baik karena tidak menunjukkan adanya riwayat penyakit asma, gangguan jantung maupun pernah terpapar C-19.

BACA JUGA :  Konflik Keluarga, Seorang Anak Tikam Ayah Tiri Hingga Tewas

“Kemungkinan dia (siswi-red) pingsan karena trauma atau takut. Sebab, ketentuannya sudah memenuhi syarat untuk menjalani vaksinasi,” kata Sadra.

Lanjut disebutkan, seusai diobservasi pasca dlsuntik vaksin sinovac yang bersangkutan tiba tiba mengaku pusing dan lemas. Mendapatkan itu tim medis bergegas cepat dengan memberikan oksigen dan melakukan pemeriksaan vital.

“Saat itu suhu tubuhnya 35,9 dengan tekanan darah 136/94 mmHg” imbuhnya menutup.

Sementara dalam keterangan pers terpisah, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan C-19, Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menyampaikan, jika vaksinasi untuk anak usia 12-17 Tahun, telah dilaksanakan serentak diseluruh Kabupaten/Kota di Bali. Bahkan hasil pencatatan dalam aplikasi PCare vaksinasin akan dimasukan kedalam kelompok remaja.

BACA JUGA :  Dari Api Diang Hewan Ternak, Akhirnya Kandang Sapi Ludes Terbakar

Sedangkan untuk pelaksanaan vaksinasi ucap Made Indra selain digelar gedung sekolah juga dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Sedangkan mekanisme skrining observasinya masih tetap sama dengan vaksinasi di usia 18 Tahun. Juga terhadap peserta vaksinasi diwajibkan untuk membawa kartu keluarga atau dokumen lain yang mencantumkan NIK anak.

“Terpenting dan harus jadi perhatian petugas, sebab vaksinasi untuk anak ini menggunakan vaksin sinovac dengan dosis 0,5 ml sebanyak dua kali dengan jarak interval minimal 28 hari,” tandasnya. (Sony)