
Denpasar Bali,Sekilasmedia.com –
Belum meratanya sebaran rumah sakit di Bali membuat Puskesmas sangat penting. Dari 63 rumah sakit ada 9 RSUD, itupun dua RSUD masih tipe C, sedangkan lainnya tipe B.
Menurut Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr Kadek Iwan Darmawan, mengingat kasus-kasus subspesialistik dirujuk ke RSUP Sanglah dan RS Mata Bali Mandara yang merupakan RS tipe A. Pengembangan puskesmas rawat inap tergantung pada kebutuhan masyarakat. Sebab, pembangunan fasilitas rawat inap khususnya puskesmas perlu memikirkan ketersediaan SDM dan sarana prasarana.
” Rawat inap itu tergantung di kabupaten, kepala daerah. Kita di provinsi buat standar. Standar soal rawat inap seperti apa alat, SDM-nya. Cuma belum semua puskesmas memenuhi itu, ” jelas Darmawan.
Dikatakan, tidak semua puskesmas rawat inap. Namun diharapkan di masing-masing kecamatan mempunyai puskesmas rawat inap, yang khusus menangani kasus-kasus level 1, seperti ibu bersalin normal. Adanya puskesmas rawat inap, secara otomatis diperlukan tambahan SDM. Yang mana puskesmas nonrawat inap rata-rata memilki 2 dokter, untuk puskesmas rawat inap tidak cukup.
” Minimal 4 dokter. Idealnya 5 -6 dokter umum di puskesmas rawat inap, karena operasionalnya 24 jam, ” paparnya.
Selain pelayanan di dalam gedung, dokter juga harus melakukan pelayanan di luar gedung. Juga akan diperlukan tambahan perawat, bidan, tenaga laundry, gizi makanan dan sarana prasarana, gedung yang representatif, baik ruang rawat inap, poliklinik.
” Di Denpasar, saya rasa sudah mencukupi. Masing-masing puskesmas di Bali sudah ada dokternya, sudah semua ada dokter. Tapi kurang jika untuk puskesmas rawat inap. Kalau puskesmas non perawatan, sudah cukup, ” imbuhnya.
Hingga saat ini, sudah ada 41 puskesmas rawat inap tersebar di Bali. Untuk Kabupaten Badung dari 13 puskesmas, ada 3 puskesmas rawat inap. Di Denpasar dari 11 puskesmas, 2 rawat inap. Bangli dari 12 puskesmas ada 5 rawat inap. Buleleng ada 20 puskesmas, 4 rawat inap. Gianyar dari 14 puskesmas, 5 rawat inap. Jembarana dari 10 puskesmas, 6 rawat inap. Karangasem dari 12 puskesmas, 6 rawat inap. Tabanan dari 20 puskesmas, 6 rawat inap, Klungkung dari 9 puskesmas, 4 rawat inap.
” Puskesmas prioritas di Kecamatannya, adalah Buleleng dan Abang Karangasem. Sementara Nusa Penida sudah ada puskesmas rawat inapnya begitu juga di Nusa Lembongan dan Nusa Gede. Di Bangli, kemungkinan di Bangli utara, dan Badung di Petang, ” pungkasnya.
Roadmap pengembangan status dari puskesmas non rawat inap menjadi puskesmas rawat inap. Di tahun 2020 akan dibangunan 9 puskesmas, 2021, 5 puskesmas.
Untuk 2020 yang akan dibangun puskesmas inap di karangasem Abang I, Tabanan Bebandem, Kerambitan I, Kediri I, Marga I, Buleleng Sukasada II, Sawan II Kubutambahan II, Buleleng III, Badung. Sementara 2021 puskesmas yang akan ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap adalah Klungkung II, Buleleng Seririt II, Gianyar Blahbatuh I Sukawati II Seltim I, Gianyar II. (son)






